GazanaPublika.com, Serang — Memasuki hari ke-4 bergulirnya aksi kepedulian lingkungan, personel Ditsamapta Polda Banten kembali turun ke tengah masyarakat. Pada Selasa pagi (9/6/2026), giliran fasilitas publik di kawasan Kota Serang yang menjadi sasaran utama program perawatan dan pengecatan. Petugas berseragam lengkap tampak bahu-bahu memoles area jembatan di Komplek Taman Banjar Agung Indah, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, agar kembali tampil bersih dan estetik.
Aksi bebersih lingkungan ini bukan sekadar agenda seremonial rutin, melainkan implementasi langsung dari arahan pimpinan tertinggi. Kompol Arie Mulyono dari Ditsamapta Polda Banten menjelaskan bahwa pengecatan difokuskan pada area-area jembatan yang memiliki mobilitas tinggi dan banyak dilalui oleh masyarakat setempat.
“Pengecatan pada area-area jembatan yang banyak dilalui masyarakat. Adapun kegiatan ini kan emang perintah dari pimpinan kita, yang ditindak lanjuti dengan bekerja kerjasama dengan masyarakat, dikoordinir oleh RT dan RW dan sampai pak lurah, tujuannya adalah supaya kita lebih dekat dengan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang positif. Ini kita dari Polda Banten, melalui Ditsamapta berjenjang sampai ke bawah ke lapangan dan anggota yang melaksanakan pengecatan dengan warna merah putih sesuai dengan instruksi dari Presiden,” ujar Kompol Arie Mulyono saat memberikan keterangan di lokasi, dari Ditsamapta Polda Banten.
Pemilihan warna merah putih pada jembatan dan fasilitas sekitarnya ini menjadi simbol nasionalisme yang dihadirkan langsung ke ruang publik. Menariknya, meski wilayah perumahan ini dihuni oleh beberapa personel kepolisian, pemilihan lokasi murni didasarkan pada skala prioritas manfaat bagi masyarakat luas. Kota Serang sendiri menjadi bagian dari ‘cetak biru’ program kerja bakti massal ini.
“Dan alhamdulillah masyarakat disini ramah dan baik, kebetulan memang di Komplek ini ada beberapa rekan kita juga yang tinggal, berdomisili disini. Tapi pilihan kesini bukan karena itu, tetapi insya Allah program di Polda Banten, ada 6 wilayah yang digarap, sebelumnya juga ada beberapa titik yang di kerjakan dalam beberapa hari ini. Polda Banten hanya ingin membangun hikmah dari segi kerukunan warga juga dan alhamdulillah semua lamcar baik untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat, dan juga dari segi harKamtibmas maupun yang lainmya terkait kehidupan kita disini,” tambah Kompol Arie Mulyono.

Terkait kekuatan personel, jumlah regu yang diterjunkan ke lapangan bersifat dinamis dan bervariasi, menyesuaikan dengan kebutuhan di 6 titik wilayah sasaran di bawah yurisdiksi Polda Banten, termasuk kawasan Pandeglang, Cilegon, dan wilayah lainnya. “Kebetulan hari ini jadwalnya tidak jauh dari Jembatan Bogeg, di Banjar Agung ini,” katanya.
Kehadiran para personel kepolisian yang mengayunkan kuas dan memungut sampah ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Ketua RW 09 Kelurahan Banjar Agung, Asep Rohmat, menyatakan bahwa aksi nyata berupa perapihan jembatan hingga pengecatan tugu pembatas ini merupakan momen yang sudah dinantikan oleh warga.
“Alhamdulillah Kami atas nama warga RW 09, kelurahan Banjar Agung mengapresisasi kegiatan ini dan berterima kasih kepada Ditsamapta Polda Banten. Target kegiatan ini perapihan dan pengecatan jembatan bahkan tugunya juga. Warga memang sudah menunggu nunggu. Artinya Polda dan khususnya Ditsamapta Polda Banten sudah mulai mengarah ke masyarakat dan terjun lamgsung bekerja untuk masyarakat. Kami berterima kasih sekali,” ungkap Asep Rohmat penuh apresiasi.
Melalui kolaborasi erat yang melibatkan perangkat RT, RW, hingga Lurah ini, Ditsamapta Polda Banten berharap jalinan komunikasi dan ‘harkamtibmas’ (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) di wilayah Banjar Agung dapat semakin kokoh dan harmonis ke depannya.