GazanaPublika.com, Pandeglang – Pemerintah Kabupaten Pandeglang di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Dewi Setiani menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai motor penggerak pembangunan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis menghadapi tantangan fiskal yang dihadapi daerah.

“Kami memilih jalan kemandirian dengan mengoptimalkan potensi lokal daripada bergantung pada pinjaman daerah,” tegas Dewi dalam konferensi pers di Pendopo Kabupaten, Selasa (15/4/2025). Pernyataan ini disampaikan menanggapi wacana peminjaman daerah yang sempat mengemuka.

Data terbaru menunjukkan kebutuhan mendesak untuk perbaikan infrastruktur. Dari total 723 km jalan kabupaten, sekitar 43% masih dalam kondisi rusak dengan kebutuhan dana perbaikan mencapai Rp1,35 triliun. Sementara itu, anggaran transfer dari pusat mengalami penyesuaian sebesar Rp107,4 miliar pada APBD 2025.

Menghadapi kondisi ini, Pemkab Pandeglang menggalang strategi multidimensi:
1. Optimalisasi sektor pariwisata seperti kawasan Tanjung Lesung
2. Penguatan UMKM melalui pendampingan dan akses pasar
3. Reformasi sistem perpajakan daerah berbasis digital
4. Kerjasama dengan pemangku kepentingan dan pemerintah provinsi

“Kami telah membentuk satgas khusus untuk memastikan setiap potensi pendapatan tergarap maksimal,” ujar Kepala Bappeda Pandeglang. Langkah konkret termasuk pembaruan data wajib pajak dan pengawasan ketat terhadap kendaraan dinas.

Dewi menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi masyarakat. “Pembangunan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawal kemajuan Pandeglang,” ajaknya.

Redaksi

Exit mobile version