GazanaPublika.com, Lebak — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Muda Mandiri Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, menggelar Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan Tahun Anggaran 2025 di Aula Kantor Pemerintah Desa Cihara, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi pengelolaan usaha desa sekaligus ruang keterbukaan kepada masyarakat terkait program ketahanan pangan yang dijalankan sepanjang tahun anggaran lalu. Pelaksanaan LPJ BUMDes sendiri merupakan agenda yang lazim digelar sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha milik desa.
Dalam laporan yang disampaikan, unit usaha ketahanan pangan yang dikelola BUMDes Muda Mandiri meliputi jual beli padi gabah serta peternakan kambing. Dana ketahanan pangan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2025 sebesar 20 persen dialokasikan untuk usaha jual beli padi gabah dengan nilai sekitar Rp186.281.800. Sementara itu, bantuan dari Pemerintah Provinsi untuk sektor ketahanan pangan pada bidang peternakan kambing tercatat sebesar Rp10.000.000.
Kegiatan LPJ dihadiri Kepala Desa Cihara, Kasi Ekbangsos Kecamatan Cihara, pendamping desa, Direktur BUMDes, Ketua BPD, para Ketua RT dan RW, serta warga Desa Cihara. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat ini menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam pengawasan serta pengembangan usaha desa.
Penasehat BUMDes Muda Mandiri, Rohman Supriyadi, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar BUMDes terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi desa.
“Kehadiran BUMDes diharapkan dapat berkembang baik sesuai harapan, mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa Cihara,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Ekbangsos Kecamatan Cihara, Judin Jiwangkara, menekankan pentingnya pencapaian target usaha yang telah dirancang untuk menopang pendapatan desa.
“BUMDes ini mempunyai target yang telah dianalisis sesuai target,” katanya.
Ia menambahkan, potensi wilayah Desa Cihara dinilai sangat mendukung perkembangan usaha yang tengah dijalankan.
“Perlu didorong dengan kinerja produksi yang baik, agar target APBDes tercapai,” tegasnya.
Direktur BUMDes Muda Mandiri, Sutisna, dalam pemaparannya menjelaskan capaian keuangan sekaligus perkembangan unit usaha jual beli padi gabah dan peternakan kambing selama Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, kedua sektor tersebut menjadi tulang punggung program ketahanan pangan desa yang diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat pasokan pangan lokal. Program ketahanan pangan BUMDes Cihara sendiri sebelumnya juga telah difokuskan pada penguatan produksi beras lokal.
Kegiatan kemudian ditutup dengan dengar pendapat bersama warga dan pengurus BUMDes, yang berlangsung dalam suasana dialogis. Forum ini dimanfaatkan masyarakat untuk memberikan masukan, evaluasi, dan harapan terhadap pengelolaan usaha desa ke depan agar lebih produktif, transparan, dan mampu memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga Desa Cihara.

