GazanaPublika.com, Lebak – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari mengecam keberadaan Aktivitas warung remang-remang (Warem) di kawasan wisata Pulo Manuk dan Cipanengah, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah.

Menurut Ketua DPRD Lebak, tempat tersebut melanggar ketertiban umum dan berpotensi memicu tindakan kriminalitas, sehingga menyebabkan keresahan ditengah-tengah masyarakat.

“Saya mengecam keberadaan warung remang-remang yang disinyalir menjadi peredaran minuman keras (Miras) dan praktek prostitusi. Tempat semacam itu melanggar ketertiban umum dan berpotensi memicu terjadinya tindakan kriminal,” ujar Juwita, Selasa (23/06).

Oleh karenanya, Juwita meminta kepada pemerintah baik Kabupaten maupun Kecamatan Bayah untuk terus memonitor setiap perkembangan dilokasi serta melakukan pendekatan persuasif, agar tidak terjadi lagi praktik peredaran miras dan dugaan tindakan prostitusi.

Jika pendekatan persuasif sudah dilakukan dan para pemilik warem tetap membandel, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan penutupan lokasi tersebut.

“Saya meminta kepada aparatur pemerintahan Kecamatan Bayah untuk terus memonitor dan melakukan pendekatan persuasif. Jika membandel, lakukan penutupan terhadap lokasi itu,” ungkapnya.

Tidak hanya sampai disitu, kata Juwita, pihaknya mendorong dinas teknis terkait untuk melakukan pembinaan ekonomi dan rehabilitasi sosial bagi para pekerja yang terlibat agar mereka tetap mendapatkan mata pencaharian alternatif.

“Kemudian lakukan pembinaan ekonomi serta rehabilitasi sosial kepada semua yang terlibat disana, mulai pemilik warung sampai dengan wanita-wanita pendampingnya,”harapnya.

Sementara, Wakil bupati (Wabup) Lebak, Amir Hamzah ketika diminta keterangan seputar keberadaan warem di Bayah, ia mengatakan, akan segera melakukan upaya pendekatan penertiban. “Iya, kita sudah dengar hal itu. Dan kita akan segera lakukan berbagai upaya dengen berbagai pihak termasuk dinsos untuk pendekatan dan nantinya penertiban,” kata Wabup.

Kabag Kesra Pemkab Lebak, Iyan Fitriyana mengaku akan segera melakukan solusi tindak lanjut terkait itu,” Kita akan cari berbagai solusi terbaik, intinya agar jangan sampai ada yang dirugikan,” jelasnya. (*)

Redaksi

Exit mobile version