Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tembus 26 Ribu Anak Putus Sekolah di Lebak, Mahasiswa Tuntut Evaluasi

Tembus 26 Ribu Anak Putus Sekolah di Lebak, Mahasiswa Tuntut Evaluasi

Banten Kamis, 25 Juni 2026 2:58 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Lebak – Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) Cabang Kota Rangkasbitung secara tegas mendesak Pemerintah Provinsi Banten melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Kabupaten Lebak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kebijakan dan implementasi program pendidikan di lapangan. Desakan ini disampaikan dalam sebuah audiensi menyusul rilis data terbaru yang menunjukkan adanya tren peningkatan signifikan pada angka anak yang tidak melanjutkan sekolah di Kabupaten Lebak.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Mei 2026, tercatat sekitar 26 ribu anak di Kabupaten Lebak tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Angka psikologis ini menunjukkan kenaikan yang cukup mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan data pada tahun 2025 lalu yang berada di angka 22.563 anak. Kondisi meroketnya angka putus sekolah ini memicu tanda tanya besar dari kalangan mahasiswa, mengingat berbagai program anggaran pendidikan terus digelontorkan oleh pemerintah.

Advertisement

Menggugat Efektivitas Program di Lapangan

Ketua IMC Cabang Kota Rangkasbitung, Faqih Khoerudin, menjelaskan bahwa tingginya angka anak yang tidak melanjutkan sekolah tidak boleh dipandang sebelah mata atau sekadar dianggap sebagai data statistik tahunan belakangan ini. Menurutnya, fenomena ini adalah indikator nyata adanya tantangan mendasar dan rapor merah dalam tata kelola serta implementasi program pendidikan di wilayah Lebak.

Faqih menambahkan, IMC sebenarnya sangat mengapresiasi berbagai langkah yang selama ini telah diupayakan oleh pemerintah. Beberapa di antaranya meliputi program sekolah gratis bagi jenjang SMA, SMK, dan SKh—termasuk keterlibatan sekolah swasta—pembangunan unit sekolah baru, hingga peningkatan sarana dan prasarana. Namun, ia menekankan bahwa indikator keberhasilan kebijakan tidak boleh hanya diukur dari kuantitas program yang diluncurkan, melainkan dari dampak riilnya dalam menekan angka anak putus sekolah.

“Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya yang patut diapresiasi. Namun, ketika angka anak yang tidak melanjutkan pendidikan masih tinggi bahkan terus meningkat, diperlukan evaluasi yang jauh lebih mendalam terhadap efektivitas program dan bagaimana implementasi nyatanya di lapangan,” ujar Faqih dengan tegas.

BACA JUGA:  Polda Banten Salurkan 1.000 Sembako dan 500 Tas dalam Bakti Sosial di Bayah

Lebih lanjut, Faqih menjabarkan bahwa problematik ini bersifat multidimensional. Penyebab anak-anak di Lebak berhenti sekolah tidak berdiri sendiri di sektor pendidikan, melainkan berkelindan erat dengan problem sosial-ekonomi seperti garis kemiskinan yang tinggi, keterbatasan lapangan pekerjaan di daerah, rendahnya daya dukung finansial keluarga, hingga ketimpangan infrastruktur antarwilayah.

Jawaban KCD Pendidikan: Intervensi Jarak dan Biaya Telah Berjalan

Menanggapi gelombang kritik dan desakan dari aliansi mahasiswa, Kepala KCD Pendidikan Kabupaten Lebak, Gugun Nugraha memberikan penjelasan komprehensif mengenai langkah-langkah yang sejauh ini telah diambil oleh pihak birokrasi dalam menekan angka anak tidak melanjutkan sekolah.

Gugun memaparkan bahwa program intervensi biaya seperti sekolah gratis untuk tingkat SMA, SMK, dan SKh, baik negeri maupun swasta, sengaja dicanangkan guna memotong mata rantai hambatan finansial yang kerap dikeluhkan oleh wali murid. Selain jaminan biaya, aksesibilitas fisik juga terus diperluas oleh Pemerintah Provinsi Banten. Salah satunya dibuktikan melalui pembangunan tujuh unit sekolah baru pada tahun 2024 lalu.

“Pembangunan unit sekolah baru ini sengaja kami lakukan dengan mempertimbangkan aspek geografi, yakni mendekatkannya dengan permukiman warga serta lingkungan pondok pesantren. Tujuannya agar kendala jarak geografis yang selama ini menjadi tembok penghalang bagi anak-anak untuk bersekolah dapat diminimalkan,” jelas Gugun.

Tak hanya itu, Gugun menegaskan bahwa KCD Kabupaten Lebak aktif mengawal berbagai program pendukung secara berkala. Mulai dari memperketat sistem pendataan calon peserta didik, melakukan aksi penjangkauan langsung (sweeping) bagi anak-anak yang terdeteksi belum melanjutkan sekolah, melakukan penguatan pada kegiatan ekstrakurikuler guna meningkatkan daya tarik sekolah, hingga menggelar rapat evaluasi rutin bersama seluruh kepala sekolah SMA dan SMK di Lebak.

BACA JUGA:  Polda Banten Ancam Pidana 15 Tahun dan Denda Rp15 Miliar bagi Pelaku Pembakar Hutan dan Lahan

Mahasiswa Soroti Transparansi Dana BOS dan Pengawasan Satuan Pendidikan

Meskipun KCD Pendidikan Lebak mengklaim telah melakukan berbagai upaya taktis, IMC Rangkasbitung menilai bahwa instrumen tersebut belum memiliki sistem evaluasi yang terukur secara objektif. Keberadaan sekolah gratis dan gedung baru dinilai belum berkontribusi signifikan pada peningkatan Angka Partisipasi Murni (APM) di Kabupaten Lebak.

Ada dua poin krusial lain yang turut disoroti mahasiswa dalam audiensi tersebut:

  • Fungsi Pembinaan dan Pengawasan:

Mengingat wilayah Kabupaten Lebak yang sangat luas dengan jumlah satuan pendidikan yang masif, IMC mendesak adanya reformasi sistem pengawasan yang lebih ketat agar potensi konflik atau kendala di tingkat sekolah dapat terdeteksi dan diintervensi sejak dini.

  • Transparansi Anggaran:

Keterbukaan informasi mengenai distribusi dan penyerapan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), publikasi hasil evaluasi program tahunan, akurasi data putus sekolah, hingga tata kelola pengisian jabatan di lingkungan pendidikan wajib dilakukan secara transparan demi mewujudkan sistem pendidikan yang bersih dan akuntabel.

Di samping itu, IMC menawarkan solusi jangka panjang agar kurikulum dan orientasi pengembangan pendidikan di Kabupaten Lebak diselaraskan dengan potensi lokal. Optimalisasi sektor pertanian, keberadaan kawasan strategis Bendungan Karian, serta masifnya perkembangan konektivitas infrastruktur wilayah dinilai harus menjadi cetak biru dalam pengembangan pendidikan vokasi (kejuruan) yang relevan dan siap pakai.

Pada akhir pertemuan, IMC Cabang Kota Rangkasbitung menegaskan kembali tuntutannya agar pemerintah menggelar forum evaluasi yang terbuka, objektif, dan berbasis data ilmiah. Bagi para mahasiswa, di balik angka 26 ribu tersebut terdapat masa depan anak-anak Lebak yang dipertaruhkan. Pendidikan harus dikembalikan pada hakikatnya sebagai instrumen utama pemutus rantai kemiskinan dan pendorong mobilitas sosial, demi memastikan setiap anak di Kabupaten Lebak mendapatkan hak dasar mereka atas pendidikan yang layak. ***

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Hari Pramuka ke-65, Kapolda Banten Tekankan Pentingnya Karakter dan Kemandirian Generasi Muda

Banten

Polda Banten Salurkan 1.000 Sembako dan 500 Tas dalam Bakti Sosial di Bayah

Banten

Resmi Dilaporkan: Kantor DPRKP Banten Diduga Dialihfungsikan Jadi ‘Gudang Stempel’ Perusahaan Swasta

Banten

Perkuat Persaudaraan, Bupati Serang Ratu Zakiyah Ramaikan Perlombaan HUT ke 81 RI

BERITA TERBARU

Hari Pramuka ke-65, Kapolda Banten Tekankan Pentingnya Karakter dan Kemandirian Generasi Muda

Spider-Man: Brand New Day. Terlaris 2026

Hidup Tenang, Tidak Berlebihan: Kembali ke Kesederhanaan yang Menentramkan

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.