GazanaPublika.com, Jakarta — Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan percakapan telepon pada Senin (9/3/2026) untuk membahas perang yang melibatkan Iran serta perkembangan konflik di Ukraina..

Menurut keterangan Kremlin, percakapan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut digambarkan sebagai dialog ‘terus terang dan konstruktif’. Pembicaraan ini menjadi kontak pertama kedua pemimpin sejak Desember tahun lalu.

Penasihat diplomatik Putin, Yuri Ushakov, mengatakan bahwa pembicaraan itu dilakukan atas keinginan Washington dan membahas sejumlah isu internasional yang mendesak.

“Penekanan diberikan pada situasi seputar konflik dengan Iran dan negosiasi bilateral yang sedang berlangsung dengan perwakilan Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah Ukraina,” kata Ushakov seperti dikutip kantor berita Rusia.

Dalam pembicaraan tersebut, Putin disebut menyerukan ‘penyelesaian politik dan diplomatik yang cepat’ terkait perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran—negara yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu utama Moskow di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Putin juga memberikan gambaran kepada Trump mengenai situasi terkini di medan perang Ukraina. Ia menyampaikan bahwa pasukan Rusia disebut mengalami sejumlah kemajuan di garis kontak pertempuran.

Pemimpin Rusia itu juga disebut memberikan penilaian positif terhadap upaya mediasi yang dilakukan Trump dalam konflik Ukraina.
“Putin menilai secara positif upaya mediasi yang dilakukan” oleh Trump, ujar Ushakov.

Sejumlah pembicaraan sebelumnya telah berlangsung antara pejabat Rusia dan Amerika Serikat, serta pertemuan trilateral yang melibatkan Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina. Namun hingga kini belum ada terobosan signifikan yang mengarah pada kesepakatan gencatan senjata.

Menurut Ushakov, pihak Washington ingin menggunakan komunikasi langsung antara kedua pemimpin untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang dalam situasi global saat ini.

“Pembicaraan itu serius dan konstruktif,” tambahnya.

Sebelumnya, Putin dan Trump juga sempat bertemu langsung dalam sebuah pertemuan puncak di Alaska pada Agustus tahun lalu, yang menjadi salah satu momentum penting dalam hubungan diplomatik kedua negara.

Redaksi

Exit mobile version