GazanaPublika.com – Selama empat tahun terakhir, nama Harun Masiku, mantan caleg DPR RI dari PDIP, menjadi salah satu buronan paling dicari oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkait kasus suap Pergantian Antarwaktu (PAW), Harun terpaksa menjalani kehidupan yang penuh ketidakpastian dan pelarian dari satu negara ke negara lain, menghindari kejaran hukum yang tiada henti.
Perjalanan buron Harun Masiku dimulai pada awal 2020, ketika ia menghilang dari radar setelah diduga terlibat dalam skandal suap. Sejak itu, ia hidup dalam bayang-bayang, berpindah-pindah negara demi menghindari penangkapan. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menceritakan bahwa Harun pernah terdeteksi berada di Malaysia pada tahun 2023, bekerja sebagai marbut masjid – sebuah pekerjaan yang jauh dari gemerlapnya dunia politik yang pernah ia kenal.
“Kita sudah empat tahun melakukan pencarian. Beberapa informasi menyebutkan bahwa dia sempat berada di Filipina dan kemudian menjadi marbut masjid di Malaysia,” kata Alex kepada wartawan, Jumat (14/6/2024). Meskipun tim penyidik telah mengirimkan tim ke Filipina dan Malaysia, keberadaan Harun tetap sulit dilacak secara pasti.
Keberadaan Harun yang berpindah-pindah ini menunjukkan betapa sengsaranya hidup seorang buronan. Dari seorang politisi dengan pengaruh besar, kini ia harus bersembunyi dan menjalani pekerjaan kasar hanya untuk bertahan hidup. “Syukur-syukur kalau yang bersangkutan pada kesempatan ini mendengar dan dengan sukarela menyerahkan diri. Itu akan lebih baik,” ujar Alex penuh harap.
Harapan KPK untuk segera menangkap Harun semakin besar, terutama dengan perkembangan terbaru dalam penyidikan. Pada Senin, 10 Juni 2024, tim penyidik memeriksa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai keberadaan Harun. Handphone milik Hasto dan stafnya, Kusnadi, juga disita sebagai bagian dari upaya penyidikan.
Namun, penyidikan tidak selalu berjalan mulus. Kusnadi, yang dijadwalkan untuk memberikan keterangan tambahan, absen dengan alasan trauma setelah dibentak oleh penyidik. Kejadian ini menunjukkan betapa kompleks dan penuh tantangan upaya penegakan hukum yang dihadapi oleh KPK.
Sementara itu, Alexander Marwata dan jajaran pimpinan KPK terus mendorong tim penyidik untuk bekerja tanpa lelah dalam menyeret Harun ke hadapan publik. “Kami berharap dalam sepekan ini penyidikan Harun dapat membuahkan hasil,” tambah Alex.
Kisah Harun Masiku adalah sebuah peringatan keras tentang konsekuensi dari tindakan korupsi. Dari seorang politisi berpengaruh, ia kini hidup dalam pelarian, menghadapi ketidakpastian dan ketakutan setiap hari. Nasib buruk yang dialaminya mencerminkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar akibat perbuatan yang melanggar hukum. Semoga ini menjadi pelajaran bagi mereka yang masih bermain-main dengan integritas dan kejujuran dalam dunia politik.
Sumber: liputan6.com

