GazanaPublika.com,  Tegalsari – Gus Miftah, tokoh agama sekaligus mantan Utusan Khusus Presiden, menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah pihak yang mengaku sebagai keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari, namun tidak menunjukkan tanggung jawab nyata. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pengajian akbar di Tegalsari pada Jumat (13/12/2024).

Dalam pengajian itu, Gus Miftah sempat membahas garis keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari. Usai menjelaskan asal-usul keluarga sang kiai, ia menyampaikan kritik keras terhadap pihak-pihak yang dianggap hanya mengaku-ngaku sebagai keturunan, namun tidak mau berkontribusi saat ada acara keluarga.

“Aku itu sebel orang pada ngaku-ngaku cucunya Mbah Muhammad Besari, tapi kalau ada acara, modal aja enggak mau,” kata Gus Miftah, seperti dikutip dari YouTube KELUARGA DIDIK, Kamis (19/12/2024).

Meski demikian, Gus Miftah mengaku tak keberatan jika dirinya tidak diakui sebagai cucu Kiai Ageng Muhammad Besari. Ia menegaskan tetap akan membantu jika diperlukan. “Saya enggak perlu diakui cucu, enggak apa-apa. Tapi kalau ada acara aku bantuin,” ujarnya.

Ia juga mengecam mereka yang memanfaatkan nama besar Kiai Ageng Muhammad Besari untuk keuntungan pribadi. Menurutnya, mereka enggan merawat makam sang kiai, bahkan mencari keuntungan melalui pengajuan proposal bantuan.

“Semua rebutan merasa cucunya Mbah Muhammad Besari, tapi enggak mau merawat makamnya malah cari untung. Bikin proposal ke sana-sini, tapi hasilnya enggak buat makam,” kata Gus Miftah dengan nada tinggi. Ia menutup kritiknya dengan ungkapan penuh emosi, “Yang model kayak gitu, janc*k banget!”

Pernyataan Gus Miftah ini mendapat perhatian luas, karena menyoroti pentingnya tanggung jawab moral terhadap warisan leluhur dan sikap konsisten dalam menjaga tradisi keluarga.

Sumber: tvonenews.com

Redaksi

Exit mobile version