GazanaPublika.com – Satu sisi percaya diri sebagai kemampuan untuk memiliki keyakinan pada nilai diri seseorang. Meskipun percaya diri umumnya dianggap sebagai emosi positif yang memiliki banyak manfaat, namun terkadang kelebihan percaya diri dapat menjadi masalah dan bahkan digolongkan sebagai penyakit.
Penyakit percaya diri yang disebut narcissistic personality disorder (NPD) menjadi fokus cerita ini. Orang yang menderita NPD memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Mereka percaya bahwa mereka lebih unggul daripada orang lain dan memiliki kebutuhan yang kuat untuk dipuji dan diakui oleh orang lain.
Gejala NPD meliputi fantasi tentang kekuasaan dan keberhasilan, kesulitan dalam menerima kritik, serta kurangnya empati dan kesulitan dalam membangun hubungan yang bermakna. Penyebab NPD tidak sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik dan pengalaman masa kecil seperti pelecehan atau penelantaran diyakini berperan dalam perkembangannya.
NPD juga sering kali dipicu oleh pola asuh yang tidak seimbang, di mana anak sering dimanjakan berlebihan atau diberi harapan yang tidak realistis oleh orang tua. Ketika anak tidak mampu memenuhi harapan tersebut, mereka mungkin mengembangkan rasa inferioritas yang kemudian melahirkan perilaku yang sombong dan mencari validasi eksternal secara berlebihan.
Bagi penderita NPD, hubungan antarpribadi seringkali dipengaruhi oleh kesulitan dalam berempati dan keinginan kuat untuk mengontrol orang lain. Mereka sering merasa iri terhadap orang lain yang dianggap memiliki status lebih tinggi dan sulit menerima kritik.
Meskipun tidak ada pengobatan yang langsung untuk NPD, terapi psikologis seperti terapi perilaku kognitif dapat membantu penderita untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir dan perilaku yang merugikan. Dengan dukungan yang tepat, individu yang menderita NPD dapat belajar untuk memahami dan mengelola perasaan mereka dengan lebih sehat, serta membangun hubungan yang lebih bermakna dengan orang lain.
Gejala atau ciri-ciri dari Narcissistic Personality Disorder (NPD) dapat bervariasi, tetapi beberapa tanda umum yang biasanya terlihat pada individu yang menderita NPD meliputi:
1. Fantasi tentang kekuasaan, kecantikan, kesuksesan, dan kecerdasan yang berlebihan.
2. Melebih-lebihkan prestasi dan kemampuan mereka sendiri.
3. Terus-menerus mencari perhatian dan pengakuan dari orang lain.
4. Obsesi terhadap status sosial dan materi.
5. Percaya bahwa orang lain iri pada mereka.
6. Mengharapkan pujian dan pengakuan atas pencapaian mereka.
7. Menetapkan tujuan yang tidak realistis.
8. Kesulitan menangani kritik dan sering merasa terluka.
9. Kesulitan membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat.
10. Kurangnya empati dan kesadaran terhadap perasaan orang lain.
11. Mengeksploitasi orang lain untuk keuntungan pribadi mereka sendiri.
12. Perasaan iri terhadap mereka yang dianggap memiliki status lebih tinggi.
Ini hanya beberapa contoh gejala yang umum terkait dengan NPD. Gejala dan tingkat keparahan dapat bervariasi dari individu ke individu. Diagnosis resmi NPD harus dibuat oleh seorang profesional kesehatan mental berlisensi setelah melakukan evaluasi yang komprehensif.
(Sumber: kompas.com)

