GazanaPublika.com, Pandeglang – Mahasiswa Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten kembali membuktikan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya soal ruang kelas dan teori di balik meja. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertajuk ‘Dari Desa untuk Banten’, para mahasiswa di Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis, meluncurkan terobosan membumikan kolaborasi potensi lokal, guna menyalakan semangat pemberdayaan desa. Selasa (5/08)
Lokasi Desa Sinarjaya dikenal dengan keindahan lima curugnya dan geliat ekonomi kerakyatan. Ini menjadi panggung tempat ilmu, idealisme, dan kerja nyata mahasiswa bersatu. Tak sekadar mengabdi, mereka menyulap desa menjadi laboratorium sosial pembangunan berkelanjutan. Hasilnya? Bukan hanya perubahan di lapangan, tapi juga inspirasi nasional.

“Desa Sinarjaya adalah miniatur masa depan Banten. Mahasiswa UNMA membuktikan bahwa mereka tidak sekadar menjalankan tugas, tetapi menyulut harapan dan perubahan,” ujar Eko Supriatno, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UNMA Banten.

Menurut Eko, program tersebut menyadarkan kembali pentingnya pendekatan yang membumi dan menyentuh. KKN era sekarang tidak bisa lagi sekadar formalitas, pasang spanduk, bikin papan nama jalan, atau laporan rutinitas. Tapi dibutuhkan kehadiran yang strategis dan bermakna. “Kalau mahasiswa hanya melakukan hal-hal yang bisa dilakukan warga tanpa kita, maka kita gagal. Mahasiswa harus datang dengan gagasan, strategi, dan semangat perubahan,” tegas Eko.

Kata dia, Banten tidak sedang membangun dari atas, melainkan dari bawah, dari desa. “Dan mahasiswa KKN UNMA adalah jembatan antara ilmu dan realita, antara gagasan dan tindakan, antara kampus dan rakyat. Untuk Banten,” paparnya.
Sementara, Ketua KKN Mahasiswa Sinarjaya, Hernanda Wijaya menambahkan digagas pula Forum ‘Ngopi Warga’ untuk menautkan silaturahmi. “Kami gagas sebagai ruang silaturahmi informal, di mana warga bisa berdiskusi, menyampaikan unek-unek, bahkan menyelesaikan persoalan desa sambil menikmati kopi. Ini bukan sekadar ngobrol, tapi cara kami membangun kepercayaan dan partisipasi dari hati ke hati.” terangnya.
Senada, Sekretaris Mahasiswa KKN Sinarjaya Deriska Mulady menegaskan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam proses pemberdayaan masyarakat desa:

“Mahasiswa KKN hari ini tidak cukup hanya jadi pengamat. Kita harus hadir, berkolaborasi, dan menjadi bagian dari perubahan—baik dalam sistem, budaya, maupun kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Insyallah, puncak program ini akan kami rayakan bersama warga melalui Pesta Rakyat dan Bazar Kemerdekaan Sinarjaya, sekaligus membangun gapura ramah lingkungan dari ecobrick sebagai simbol kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian,” ujarnya. (w)

Redaksi

Exit mobile version