Advertisement
GazanaPublika.com, Tangerang — Driver Lokal Pribumi Lontar menyampaikan keberatan terhadap rencana penambahan mitra atau armada baru dari luar wilayah untuk pengangkutan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU 3 Lontar, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (31/8/2026).
Aspirasi tersebut disampaikan para driver yang selama ini menjalankan pengangkutan FABA ke sejumlah desa. Mereka meminta manajemen PLTU 3 Lontar serta EPN dan IP Lontar mempertimbangkan keberlangsungan mata pencaharian driver lokal yang selama ini bergantung pada pekerjaan tersebut.
Advertisement
Perwakilan Driver Lokal Pribumi Lontar, Dede Pardede, mengatakan kondisi pendapatan para driver saat ini sudah cukup terbatas. Dalam beberapa waktu terakhir, driver lokal rata-rata hanya memperoleh sekitar satu hingga dua ritasi per hari.
Menurutnya, keterbatasan ritasi tersebut terjadi ketika volume pekerjaan pengangkutan FABA ke desa-desa juga semakin menurun. Bahkan, para driver mengaku tidak jarang menghadapi hari tanpa muatan atau tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali.
“Walaupun pendapatan akhir-akhir ini yang diperoleh sangat minim, kami tetap menjalankan pekerjaan tersebut dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk pengabdian dan dukungan terhadap kegiatan operasional,” kata Dede.
Para driver khawatir penambahan mitra atau armada baru dari luar wilayah akan semakin mempersempit kesempatan mereka memperoleh ritasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi berdampak langsung terhadap pendapatan para driver dan keberlangsungan ekonomi keluarga mereka.
Driver lokal juga mempersoalkan belum adanya sosialisasi dan penjelasan yang dinilai memadai terkait rencana pemberian kontrak atau kerja sama baru kepada pihak lain.
Mereka meminta setiap kebijakan terkait kontrak, penambahan mitra armada, serta pembagian ritasi dilakukan secara terbuka dan adil dengan mempertimbangkan keberadaan driver lokal yang selama ini telah menjalankan pekerjaan pengangkutan FABA.
“Dalam kondisi volume pekerjaan yang sudah terbatas, penambahan armada baru dari luar wilayah justru berpotensi menambah persaingan dan membuat driver lokal semakin sulit mendapatkan ritasi,” ujar Dede.
Atas kondisi tersebut, Driver Lokal Pribumi Lontar meminta manajemen EPN dan IP Lontar membatalkan rencana penambahan mitra atau armada baru dari luar wilayah.
Mereka juga meminta driver lokal yang selama ini telah bekerja sejak awal tetap diprioritaskan, termasuk dalam pembagian ritasi dan kesempatan kerja.
Selain itu, para driver meminta adanya transparansi dan sosialisasi setiap kali terdapat kebijakan baru mengenai kontrak maupun kerja sama dengan mitra armada. Mereka berharap keberadaan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal tetap menjadi perhatian agar aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar PLTU 3 Lontar dapat terus berjalan.
Setelah menyampaikan aspirasi, perwakilan Driver Lokal Pribumi Lontar kemudian mendapatkan undangan untuk melakukan komunikasi dan negosiasi secara langsung dengan pihak terkait.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di sebuah kantor di Jakarta pada Rabu, 2 September 2026.
Dengan adanya agenda pertemuan tersebut, para driver yang sebelumnya berkumpul di area jalan PLTU kemudian membubarkan diri dengan tertib. Selanjutnya, aspirasi mereka akan disampaikan melalui perwakilan dalam forum komunikasi dan negosiasi tersebut.
Para driver berharap pertemuan di Jakarta menghasilkan solusi yang adil dan transparan, sekaligus mampu menjaga keberlangsungan pekerjaan mereka tanpa mengabaikan kepentingan pihak-pihak lain.
Mereka menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan bukan semata-mata mengenai pembagian pekerjaan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan mata pencaharian masyarakat lokal yang selama ini berada di sekitar kawasan PLTU.
“Kami berharap pihak manajemen dapat memberikan perhatian serius terhadap keberadaan Driver Lokal Pribumi Lontar sebagai bagian dari masyarakat sekitar yang selama ini telah ikut mendukung kegiatan operasional,” tutup Dede.
Advertisement
Advertisement
