GazanaPublika.com, Lebak — Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ‘Terbuka’ Kampus Universitas Terbuka (UT) Malingping resmi menggelar Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) ke-V pada 28–29 Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di MTs. Nurul Hidayah Malingping dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi.

RTAR V kali ini mengangkat tema “Regenerasi Kepengurusan untuk Mewujudkan Rayon yang Progresif dan Solid”, yang menegaskan komitmen rayon dalam memperkuat konsolidasi kader serta arah gerak organisasi ke depan.

Melalui rangkaian sidang pleno yang berjalan dinamis dan mekanisme pemilihan secara voting tertutup, forum RTAR menetapkan Tasya Aulia Nafisa sebagai Ketua Rayon PMII Terbuka UT Malingping Masa Khidmat 2025–2026. Tasya terpilih menggantikan M. Rifky Aliyafi yang telah menyelesaikan masa kepengurusan sebelumnya.

Steering Committee (SC) RTAR V menyatakan Tasya Aulia Nafisa unggul dari dua kandidat lainnya. Dalam hasil akhir pemilihan, Erni Aprilia menempati posisi kedua, disusul Ayu Lestari di posisi ketiga.

Dalam pernyataannya, Tasya Aulia Nafisa menyampaikan komitmennya untuk merumuskan langkah-langkah strategis, khususnya dalam menata transisi kepengurusan dan mengevaluasi sejumlah hal yang dinilai masih perlu pembenahan dari periode sebelumnya. Ia juga menekankan pentingnya penguatan nilai kreativitas dalam tubuh organisasi.

Menurut Tasya, Rayon PMII Terbuka harus terus menjadi ruang kaderisasi yang menjunjung tinggi produktivitas dan efektivitas gerakan.

“Diharapkan semangat kreativitas dalam menempa efektivitas rayon dapat lebih dikembangkan ke depan,” ujarnya.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru, RTAR V diharapkan menjadi titik awal penguatan peran Rayon PMII Terbuka UT Malingping sebagai wadah pengembangan kader yang progresif, solid, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Redaksi

Exit mobile version