Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Krisis Pendidikan di Lebak: Puluhan Ribu Anak Putus Sekolah

Krisis Pendidikan di Lebak: Puluhan Ribu Anak Putus Sekolah

Banten Jumat, 10 Juli 2026 14:02 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Sektor pendidikan di Kabupaten Lebak tengah menghadapi tantangan yang sangat berat. Berdasarkan data terbaru dari Dasbor Anak Tidak Sekolah (ATS) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per Juli 2026, jumlah anak yang berada di luar sistem persekolahan di wilayah ini menyentuh angka yang mengkhawatirkan, yakni sebanyak 39.159 anak.

Melihat rincian indikatornya, problem ini terbagi ke dalam tiga kelompok utama. Angka tertinggi disumbang oleh kategori Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) yang mencapai 16.004 anak. Disusul kemudian oleh kelompok anak yang Belum Pernah Bersekolah (BPB) sebanyak 14.622 anak, serta kelompok anak yang mengalami putus sekolah di tengah jalan atau Drop Out (DO) sebanyak 8.533 anak.

Advertisement

Jika ditinjau dari aspek gender, anak laki-laki mendominasi angka ATS di Kabupaten Lebak dengan jumlah 20.540 anak, sedangkan anak perempuan berada di angka 18.854 anak. Ketimpangan ini terlihat jelas pada kategori drop out, di mana jumlah anak laki-laki yang berhenti sekolah mencapai 4.896 anak, berbanding 3.865 anak perempuan. Tren serupa, di mana jumlah anak laki-laki sedikit lebih mendominasi, juga konsisten terjadi pada klaster BPB dan LTM.

Guna mengintervensi persoalan pelik ini, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Sosial mulai mengaktifkan program Sekolah Rakyat per tahun ajaran 2026/2027 pada Juli 2026 ini. Program strategis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut dihadirkan sebagai jaring pengaman sosial untuk menyelamatkan masa depan anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak, sekaligus sebagai instrumen jangka panjang memutus rantai kemiskinan ekstrem di daerah.

BACA JUGA:  Rekrutmen Polri Tahun 2026, Kabidhumas Polda Banten Imbau Masyarakat Tidak Percaya Calo

Saat ini, kompleks Sekolah Rakyat telah berdiri kokoh di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare di Kecamatan Panggarangan. Infrastruktur yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum ini dilengkapi fasilitas modern yang representatif, meliputi ruang kelas, mes atau asrama, gedung serbaguna, dapur umum, kantin, hingga sarana ibadah. Secara keseluruhan, kompleks ini dirancang mampu menampung hingga 500 peserta didik untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Memasuki tahun ajaran baru ini, kuota penerimaan siswa mengalami penyesuaian regulasi. Awalnya, Dinas Sosial Kabupaten Lebak menargetkan penjaringan sebanyak 200 siswa baru yang dialokasikan untuk jenjang SD sebanyak 25 orang, SMP 75 orang, dan SMA 100 orang. Namun, berdasarkan instruksi dan kebijakan terbaru dari Kementerian Sosial, daya tampung tersebut ditingkatkan menjadi 270 peserta didik.

Sistem rekrutmen siswa dilakukan secara khusus tanpa melalui jalur pendaftaran reguler. Petugas dari Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lebak terjun langsung ke lapangan untuk menyisir anak-anak yang masuk dalam skala prioritas. Proses verifikasi faktual dilakukan dengan metode pintu ke pintu (door-to-door) guna memastikan calon siswa berada di dalam basis data kemiskinan Desil 1 dan Desil 2. Selain itu, kriteria ketat juga diterapkan, di mana keluarga calon siswa harus dipastikan bersih dari aktivitas judi daring, tidak memiliki beban pinjaman bank, serta tidak mempunyai kendaraan pribadi.

BACA JUGA:  Duel Penentuan di Banten: Dewa United Tantang Persib Bandung dalam Laga Krusial Super League

Pemerintah juga memberikan paket bantuan komprehensif bagi keluarga besar siswa yang lolos seleksi. Selain jaminan pendidikan gratis, keluarga mereka juga akan diintegrasikan ke dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta diberikan pembekalan pelatihan ekonomi produktif demi mendorong kemandirian finansial keluarga.

Sebelum infrastruktur permanen di Panggarangan ini diresmikan, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat jenjang SMA di Lebak sempat menumpang sementara di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kemendikdasmen dengan kapasitas 100 siswa. Sementara untuk jenjang SD dan SMP, aktivitas pembelajaran dialihkan sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemkot/Pemkab Lebak.

Kendati program Sekolah Rakyat ini menjadi angin segar, jurang pemisah antara kapasitas tampung sisa dan jumlah ATS riil di lapangan masih teramat lebar. Kuota 270 siswa dirasa belum sebanding untuk menyerap potensi hampir 40 ribu anak yang saat ini kehilangan akses belajar. Oleh sebab itu, sinergitas dan komitmen kolektif antara jajaran kementerian, pemangku kebijakan daerah, serta sektor swasta menjadi kunci mutlak agar angka anak tidak sekolah di Kabupaten Lebak dapat ditekan secara signifikan di masa-masa mendatang.

Bagi warga maupun pihak-pihak yang memerlukan pusat informasi dan koordinasi lebih mendalam mengenai layanan fasilitasi data atau verifikasi bantuan pendidikan ini, dapat mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak yang beroperasi di Jalan Raya Cipanas, Km. 9 No. 17, Pasir Ona, Rangkasbitung.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Diduga Langgar Fungsi Trotoar, Pemilik Konter HP di Kota Serang Terlibat Adu Mulut dengan Satpol PP

Banten

BMKG Pantau Intensif Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Ingatkan Risiko Tsunami Non Tektonik

Banten

Wagub Dimyati Apresiasi Sunatan Massal Gratis Pendekar 08 Banten di Tangsel

Banten

Wagub Dimyati Lantik Pengurus Baru AAIPI Banten: Cegah Kebocoran Anggaran Sejak Dini

BERITA TERBARU

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Kapolri Temui Jaksa Agung: Tidak Pernah Ada Masalah di Antara Dua Institusi

Kronologi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tersangka Megakorupsi dan TPPU

Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.