GazanaPublika.com, Lebak – Tim rukyat yang dipimpin Mukhlis Asyauqani melaksanakan kegiatan hisab falakiyah di kawasan Pantai Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (18/3/2026). Pengamatan dilakukan di Markaz Ciparahu Cihara sejak pukul 16.00 hingga 21.00 WIB sebagai bagian dari penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah.
Berdasarkan data geolokasi, titik pengamatan berada pada koordinat lintang 6° 49′ 45.942” LS dan bujur 106° 05′ 36.822” BT dengan ketinggian 165,60 meter di atas permukaan laut. Perhitungan dilakukan menggunakan metode efemeris untuk mengetahui posisi matahari dan bulan secara astronomis.
Hasil hisab menunjukkan bahwa ijtimak atau konjungsi akhir Ramadan 1447 H terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026, pukul 08.23.35 WIB. Pada saat itu, posisi bujur matahari dan bulan berada pada titik yang sama, menandai berakhirnya siklus bulan sebelumnya.
Pada saat matahari terbenam di hari yang sama, yakni pukul 18.08.34 WIB, posisi hilal tercatat memiliki ketinggian 1°42’51” dengan umur 9 jam 44 menit 58 detik. Namun, durasi kemunculan hilal sangat singkat, hanya sekitar 7 menit 34 detik sebelum akhirnya terbenam pada pukul 18.16.07 WIB.
Dengan kondisi tersebut, hilal dinilai masih sangat rendah dan sulit untuk dirukyat. Selain itu, elongasi bulan yang hanya mencapai 5°44’43” serta cahaya hilal yang masih sangat tipis menjadi faktor yang memperkecil kemungkinan terlihatnya hilal pada hari tersebut.
Sementara itu, pada pengamatan hari berikutnya, Jumat Legi (20/3/2026), posisi hilal menunjukkan peningkatan signifikan. Saat matahari terbenam pukul 18.08.05 WIB, ketinggian hilal mencapai 12°09’58” dengan umur lebih dari 33 jam. Durasi hilal berada di atas ufuk juga jauh lebih lama, yakni sekitar 53 menit hingga terbenam pada pukul 19.01.13 WIB.
Kondisi ini dinilai telah memenuhi kriteria visibilitas hilal, baik dari segi ketinggian, elongasi, maupun tingkat pencahayaan, sehingga memungkinkan untuk dapat diamati.
Berdasarkan keseluruhan data hisab tersebut, tim menyimpulkan bahwa awal bulan Syawal 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026.
Meski demikian, penetapan resmi 1 Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah dengan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia.
1. Informasi Geolokasi:
Alamat Markaz : Ciparahu Cihara
Latitude: 6° 49′ 45.942” LS
Longitude: 106° 05′ 36.822” BT
Altitude: 165.60 mdpl
Timezone: UTC+07:00
1. Ijtimak Akhir Bulan Ramadhan 1447 H:
Hari = Kamis Kliwon
Tgl = 19 Maret 2026 M
Jam = 08:23:35 UTC+07:00
Bujur Matahari: 358°27’06”
Bujur Bulan: 358°27’06”
2. Ghurub a:
Hari = Kamis Kliwon
Tgl = 19 Maret 2026 M
Jam = 18:08:34 UTC+07:00
Umur Hilal = 09 jam 44 menit 58 detik
Tinggi Hilal = 1°42’51”
Elongasi = 5°44’43”
Azimuth Hilal = 273°59’46”
Azimuth Matahari: 269°23’36”
Keadaan Hilal = Terlentang
Nurul Hilal = 0.327 jari
Terbenam Hilal = Jam 18:16:07
Lag : 00 jam 07 menit 33.600 detik
Kronologi :
Kamis Kliwon {malam jum’at legi} tgl 19 Maret 2026 M, jam 18:08:34 Matahari terbenam dan ketinggian hilal 1°42’51” lama hilal cuma 7 menit 34 detik sampai jam 18:16:07 Hilal terbenam
2 Ghurub b:
Hari = Jum’at Legi
Tgl = 20 Maret 2026 M
Jam = 18:08:05 UTC+07:00
Umur Hilal = 33 jam 44 menit 29 detik
Tinggi Hilal = 12°09’58”
Elongasi = 18°47’07”
Azimuth Hilal = 282°13’36”
Azimuth Matahari = 269°47’39”
Keadaan Hilal = Terlentang
Nurul Hilal = 1.160 jari
Terbenam Hilal = Jam 19:01:13
Lag : 00 jam 53 menit 08.420 detik
Alhasil: prediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu pahing tgl 21 Maret 2026 M

