GazanaPublika.com, Serang – Rencana pembangunan destinasi wisata baru di lingkungan Karodangan, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang resmi akan dimulai. Proyek berbasis lingkungan ini digagas untuk meningkatkan sektor pariwisata daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Gagasan ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari Wali Kota Serang, H. Budi Rustandi. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mengawal proyek ini agar berjalan dengan lancar dan aman.
“Pemerintah Kota Serang menyambut baik dan mengapresiasi rencana pembangunan tempat wisata di Karodangan, Kelurahan Sepang, Taktakan ini. Kami siap bersinergi dan mendukung dari sisi regulasi serta pembinaan agar wisata ini berjalan aman, nyaman, dan memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Kota Serang,” tegas H. Budi Rustandi, dikutip dari mediapolisinasional.net.
Apresiasi tinggi juga datang dari pihak kelurahan. Lurah Sepang, H. Anis Rohman menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan potensi lokal di wilayahnya tersebut.
Menurut H. Anis Rohman, kehadiran destinasi wisata baru ini diharapkan mampu menggerakkan roda UMKM dan meningkatkan kesejahteraan warga setempat. Ia juga berharap program ini dapat membuat Kelurahan Sepang semakin dikenal luas serta mendukung terwujudnya Kota Serang yang lebih madani.
Di sisi lain, rencana pembangunan fisik destinasi pariwisata di wilayah Taktakan ini memantik perhatian dari para pemerhati seni dan kebudayaan Banten agar tetap menjaga keharmonisan dengan kearifan lokal.

Sekretaris Wilayah DPW I Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Provinsi Banten, Mukri Artami, memberikan pandangan sekaligus catatan penting agar pembangunan wisata di Karodangan ini tidak mencerabut akar budaya lokal. Saat ditemui pada Kamis (25/6/2026), ia mengingatkan pentingnya menjaga identitas daerah.
“Rencana pariwisata di Karodangan ini tentu sangat bagus untuk membangkitkan ekonomi warga sekitar. Tapi sebagai bagian dari keluarga besar pelestari adat, saya menitipkan harapan besar agar pembangunan ini nantinya tetap berjalan beriringan dengan nilai-nilai kesantunan, kegotongroyongan, dan marwah budaya karuhun Banten yang ada di Sepang,” ujar Mukri.
Menurut Mukri, keterlibatan aktif masyarakat lokal dan tokoh informal menjadi kunci utama agar destinasi wisata baru ini tidak sekadar menjadi tempat hiburan komersial, melainkan juga ruang yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi tatanan sosial masyarakat Serang.
“Kita ingin tempat ini maju dan dikenal luas, tetapi suasananya harus tetap membumi dan menghormati lingkungan sekitar. Jika sejak awal perencanaan semua elemen warga dirangkul untuk menjaga wilayah ini, saya optimis pariwisata Karodangan akan membawa berkah jangka panjang yang berkebudayaan dan berkelanjutan,” tutur Mukri.