GazanaPublika.com, Lebak — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Malingping Utara, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan setelah salah seorang orang tua murid mengunggah keluhan di media sosial terkait menu makanan yang diterima siswa.
Dalam unggahan tersebut, orang tua murid memperlihatkan menu MBG yang terdiri dari satu butir telur rebus berukuran kecil, satu iris tempe, dan satu buah jeruk. Menurutnya, menu tersebut dinilai belum memenuhi harapan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media bersama salah seorang anggota LSM Harimau Kecamatan Malingping mendatangi pihak penyelenggara untuk meminta klarifikasi.
Saat dikonfirmasi, Ketua Yayasan yang disebut bernama Ade diduga menyampaikan kalimat, “Ya udah, nggak usah dikirim MBG-nya untuk Desa Malingping Utara.” Pernyataan tersebut, menurut pihak yang hadir saat itu, disampaikan ketika menanggapi kritik terkait menu MBG.
Ucapan tersebut memicu kekecewaan dari sejumlah pihak yang menilai bahwa respons tersebut tidak mencerminkan sikap yang bijaksana dalam menghadapi masukan dari masyarakat. Program MBG sendiri merupakan program yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah, sehingga pelaksanaannya diharapkan tetap mengedepankan keterbukaan terhadap evaluasi dan kritik yang membangun.
Masyarakat berharap pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai standar menu yang diberikan kepada para siswa serta melakukan evaluasi apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai standar menu MBG yang disajikan di SDN 1 Malingping Utara maupun penjelasan atas pernyataan yang disampaikan Ketua Yayasan tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

