Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tuntut Transparansi Program MBG, Koalisi Masyarakat Desak Audit Investigatif SPPG di Lebak Selatan

Tuntut Transparansi Program MBG, Koalisi Masyarakat Desak Audit Investigatif SPPG di Lebak Selatan

Banten Sabtu, 20 Juni 2026 19:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak — Jaringan pengawas kemasyarakatan yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Lingkungan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di alun-alun Malingping,  Kabupaten Lebak pada Jumat (19/6/2026).  Massa aksi membawa sejumlah tuntutan krusial terkait tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lebak Selatan, dengan fokus utama di Kecamatan Malingping.

Dalam aksi tersebut, Koordinator Lapangan (Korlap) M. Febi Pirmansyah menyampaikan press release resmi yang menyoroti berbagai dugaan karut-marut pengelolaan, mulai dari monopoli rantai pasok hingga isu pencemaran lingkungan dan transparansi anggaran.

Advertisement

Desak Kejari Audit Dugaan Monopoli dan Mark-up Anggaran

Salah satu tuntutan paling krusial yang disuarakan oleh massa aksi adalah desakan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas manajemen keuangan program MBG.

• Audit Rantai Pasok: Massa meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak untuk melakukan audit investigatif terhadap tata kelola sejumlah SPPG di Lebak Selatan, khususnya di Kecamatan Malingping. Mereka menduga adanya praktik monopoli rantai pasok bahan pangan yang hanya dikuasai kelompok tertentu, sehingga mematikan peluang bagi pelaku usaha lokal.

BACA JUGA:  DPP PM2B Akan Laporkan Isu Gudang Stempel di DPRKP Banten ke Inspektorat Provinsi Banten

• Dugaan Mark-up Anggaran: Kejari Lebak juga didesak memeriksa indikasi penggelembungan (mark-up) anggaran dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut guna mengantisipasi potensi kerugian negara dan tindak pidana korupsi.

• Pemeriksaan Koperasi: Pemerintah daerah diminta memeriksa administrasi badan hukum koperasi yang menguasai rantai pasok, karena diduga hanya dijadikan alat mengeruk keuntungan sepihak tanpa memberi manfaat bagi UMKM setempat.

“Kami menuntut Kejaksaan Negeri Lebak untuk melakukan audit investigatif terhadap tata kelola SPPG, khususnya di Kecamatan Malingping, yang diduga terjadi praktik monopoli rantai pasok bahan pangan,” tegas M. Febi Pirmansyah dalam orasinya.

Soroti Pelanggaran Izin Air Tanah dan Limbah Dapur

Selain masalah anggaran, Koalisi Masyarakat Peduli Lingkungan juga menyoroti dampak operasional dapur SPPG terhadap lingkungan hidup sekitar.

• Izin Air Tanah (SIPA): Pemkab Lebak didesak menertibkan penggunaan air tanah oleh pihak SPPG yang diduga kuat belum mengantongi Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA). Praktik ilegal ini dinilai melanggar UU Sumber Daya Air dan merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA:  Warga Protes Maraknya Kendaraan Berat dan Kurangnya PJU di Jalan Nasional Baksel

• Pengolahan Limbah: Massa aksi menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan air limbah pada dapur-dapur komunal program MBG agar aktivitas memasak skala besar tersebut tidak mencemari lingkungan pemukiman warga.

Desak Badan Gizi Nasional Evaluasi Pejabat Tidak Profesional

Di sisi teknis kelayakan, Koalisi melayangkan tuntutan keras kepada Badan Gizi Nasional (BGN) selaku instansi pusat yang bertanggung jawab atas program nasional ini.

BGN diminta segera turun ke lapangan untuk memeriksa standar kelayakan fisik dapur SPPG yang dinilai banyak tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, mereka menuntut evaluasi total terhadap Kepala SPPG dan unsur Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Malingping yang dinilai tidak profesional.

Massa menduga manajemen keuangan di lapangan masih disetir oleh mitra dapur sehingga rawan memicu konflik kepentingan. Sebagai penutup, koalisi meminta transparansi harga satuan menu pada pamflet penyaluran MBG dibuka ke publik agar masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya program.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Banten

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Banten

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version