GazanaPublika.com, Lebak, Banten – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 2 Kabupaten Lebak 2, Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) menggelar acara Milad pertama di Malingping pada Selasa (28/1/2025). Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP H. Tb. Arif Hidayat, Sekretaris Jenderal Dodi Suryana, Ketua DPW 1 Provinsi Banten sekaligus Kasepuhan Lebak Selatan H. Hudi Nurhudiyat, Kapolsek AKP. Malik Abraham dan Koramil Kapten (Inf) Lili Warli Malingping serta para guru paguron pencak silat Cimande dari seluruh Kabupaten Lebak bagian selatan.

Acara tersebut dimeriahkan pertunjukan pencak silat, debus serta santunan anak yatim. Walau pun sepanjang acara diiringi hujan deras, namun antusias peserta dalam mengikuti acara tersebut tidak surut hingga acara selesai ditutup.

Ketua DPW 2 Lebak 2, Hedi Sofyan Akbar, menyampaikan bahwa acara ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak, terutama pengurus DPW, DPC, serta paguron-paguron pencak silat yang memiliki kepedulian kuat terhadap budaya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Jangan pernah bosan untuk terus mendukung budaya kita,” ujar Hedi.

Hedi juga menyoroti bahwa masyarakat Lebak masih memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya dan tradisi. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang hadir.

“Saya melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Yang hadir sekitar 250 orang, dan mereka sangat menikmati setiap rangkaian acara yang ditampilkan,” ungkapnya.

Silat, Shalat, dan Silaturahmi

Dalam kesempatan tersebut, di dalam sambutannya, H. Hudi Nurhudiyat, Kasepuhan Paguron Banten Selatan sekaligus Ketua TTKKBI DPW 1 Banten, menekankan bahwa momentum Milad pertama DPW 2 Lebak bertepatan dengan bulan Rajab, bulan yang istimewa dalam ajaran Islam. Ia menghubungkan konsep shalat, silat, dan silaturahmi sebagai tiga hal yang memiliki keterkaitan erat.

“Shalat, silat, dan silaturahmi memiliki akar kata yang sama, yaitu sholu, yang berarti berhubungan. Shalat adalah gerak dalam tasbih, begitu juga silat, di mana setiap geraknya memiliki makna. Sedangkan silaturahmi memiliki hikmah besar, seperti menolak bala dan mendatangkan rezeki,” jelas Hudi.

Ketua Paguron Sengatan Kala Pancer, Ade Syaprudin, menilai bahwa acara seperti ini sangat penting dalam membangkitkan kembali semangat budaya, khususnya di kalangan pesilat di Lebak Selatan.

“DPW 2 Lebak sudah berjalan satu tahun. Dengan adanya kegiatan ini, kita bisa kembali mengingat pentingnya menjaga dan melestarikan budaya,” ujarnya.

Ade juga menambahkan bahwa acara Milad ini bukan sekadar peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar paguron.

“Dalam acara ini, para pesilat berinteraksi dan bertemu langsung. Mungkin ada yang sudah lama tidak bertemu dengan rekan seprofesinya. Jadi, Milad ini bukan hanya perayaan, tapi juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan,” pungkasnya.

Acara Milad DPW 2 Lebak ini diharapkan dapat terus menjadi momentum bagi para pesilat dan penggiat budaya untuk menjaga warisan tradisi serta memperkuat jaringan silaturahmi di antara mereka.

Redaksi

Exit mobile version