Jakarta, GazanaPublika.com – Sugeng Teguh Santoso, pelapor dugaan gratifikasi yang melibatkan Ganjar Pranowo dan Supriyatno ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengakui bahwa dirinya adalah seorang kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, ia menegaskan bahwa laporan tersebut tidak memiliki muatan politik.
Sugeng menjelaskan bahwa laporan tersebut dia layangkan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Indonesia Police Watch (IPW) dan bukan sebagai perwakilan PSI.
“Walaupun saya adalah Ketua DPD PSI Kota Bogor, tetapi saya juga adalah Ketua IPW. Nah, pelaporan ini terkait posisi saya menjalankan tugas sebagai Ketua IPW,” ungkap Sugeng pada Rabu (6/3/2024), seperti dilansir CNNIndonesia.com.
Pelapor ini menegaskan bahwa IPW tidak memiliki keterkaitan dengan PSI dan bahwa segala bukti yang dilaporkan ke KPK berasal dari laporan dan pengaduan masyarakat.
“Laporan tersebut jelas dari IPW, tidak mewakili PSI. Jadi tidak ada urusan sama PSI,” tegasnya.
Sugeng juga membeberkan bahwa ia telah mendapatkan laporan dugaan gratifikasi tersebut beberapa bulan lalu. Namun, pada saat itu, ia belum melapor karena Ganjar masih dalam proses pendaftaran sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.
Menurut dia, masa-masa setelah pencoblosan menjadi momen bagi IPW untuk menindaklanjuti aduan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab mereka.
“IPW telah menerima laporan pengaduan masyarakat ini sekitar 10 bulan yang lalu. Namun, saya memilih untuk menahan diri karena pada waktu itu sedang memasuki proses pencapresan,” jelas Sugeng.
Di sisi lain, Sugeng menghargai respons Ganjar yang membantah laporan gratifikasi tersebut. Ia menyatakan bahwa segala proses hukum akan diserahkan sepenuhnya kepada KPK.
“Saya melapor bukan tanpa risiko. Jika laporan tersebut tidak terbukti, saya bisa dituntut balik, dan saya bersedia menghadapi konsekuensi tersebut,” ujarnya.
Sugeng sebelumnya melaporkan dugaan korupsi, seperti gratifikasi, suap, atau penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh mantan Direktur Utama Bank BPD Jateng (Bank Jateng) periode 2014-2023, Supriyatno.
Uang tersebut diduga mengalir kepada Ganjar Pranowo, yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dan menjadi pengendali Bank Jateng terkait dengan cashback dari perusahaan asuransi sebesar 16 persen.
Sugeng menduga tindak pidana ini terjadi dalam kurun waktu 2014-2023, dengan total gratifikasi yang diduga mencapai lebih dari Rp100 miliar.
Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD, Chico Hakim, menilai laporan tersebut sarat dengan muatan politis. Dia menganggap bahwa laporan tersebut terkesan dipaksakan dan tidak sesuai dengan tugas serta fungsi IPW.
Chico menyatakan bahwa laporan IPW merupakan serangan balik atas sikap Ganjar, yang menjadi pihak pertama yang mendorong wacana hak angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024.
Ganjar sendiri membantah tuduhan tersebut.
“Saya tidak pernah menerima pemberian/gratifikasi dari apa yang dituduhkan oleh IPW,” ujar Ganjar saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (5/3/2024).
Dalam Pilpres 2024, Ganjar dan PSI berada pada pihak yang berseberangan. Meskipun awalnya menyatakan mendukung Ganjar, PSI akhirnya mengarahkan dukungannya ke pasangan Prabowo-Gibran. (Sumber: CNNIndonesia.com)

