Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Penetapan Rizal Fadillah sebagai tersangka dalam perkara hukum yang berkaitan dengan polemik keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo memunculkan dinamika menarik di tengah masyarakat Jawa Barat. Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia menilai, perhatian publik justru jauh lebih banyak tertuju pada perdebatan soal dokumen pendidikan Jokowi, dibandingkan pembahasan mengenai identitas, posisi, maupun stabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di wilayah tersebut.
“Saya berpikir bahwa Jokowi dalam dua kali Pemilihan Presiden mencapai suara di Jawa Barat kurang lebih 40 persen. Secara umum beliau tidak kalah telak dan masih diterima oleh sebagian masyarakat di sini,” ujar Heru Subagia, dikutip dari Fajar.co.id.
Heru menjelaskan, saat ini Jokowi memang menjadi figur sentral yang mengusung gerakan politik melalui PSI. Namun sejauh ini, posisi partai tersebut sebenarnya sudah memiliki kedudukan yang jelas di peta politik Jawa Barat.
“Saat ini Jokowi berbaju PSI. Jika melihat hasil Pemilihan Umum lalu, ternyata PSI sudah memiliki satu kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat dan masuk dalam jajaran sepuluh besar partai politik secara nasional. Artinya, identitas PSI sudah jelas dan sudah memiliki keterwakilan, walaupun basis dukungannya belum terlalu besar,” tambahnya, dikutip dari Fajar.co.id.
Meski demikian, respon yang muncul belakangan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran maupun penolakan yang ada lebih banyak berkaitan dengan polemik dugaan keaslian ijazah Jokowi, bukan pada identitas atau eksistensi partai yang kini menjadi kendaraan politiknya. Heru menegaskan, fakta ini menunjukkan bahwa isu riwayat pendidikan mantan presiden masih menyimpan rasa ingin tahu dan perhatian yang jauh lebih besar di mata masyarakat Jawa Barat dibandingkan perdebatan mengenai siapa atau bagaimana PSI sebenarnya.
Advertisement
