GazanaPublika.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menghimbau semua pihak agar tidak membesar-besarkan perselisihan antara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Megawati Soekarnoputri. Himbauan itu terkait adanya usulan pembentukan forum Klub Presiden oleh Prabowo Subianto.

Habiburokhman berharap agar ketegangan politik yang pernah terjadi antara ketiga tokoh tersebut dapat diredam dan diselesaikan seiring dengan selesainya kontestasi Pilpres 2024. Menurutnya, klub ini memiliki potensi besar untuk menjadi wadah dialog bagi para pemimpin bangsa.

“Dibentuknya forum Klub Presiden dapat membawa manfaat besar bagi persatuan dan stabilitas politik. Kita harus optimis dan berhenti mengungkit-ungkit perbedaan di masa lalu. Sering kali ada pengamat yang meragukan kemungkinan ibu Megawati bertemu dengan Pak SBY atau Pak Jokowi,” ujar Habiburokhman kepada awak media di Kompleks Parlemen, DPR MPR, Senayan, Jakarta.

Ia mengingatkan bahwa tantangan untuk membentuk Klub Presiden memang ada, mengingat sejarah hubungan ketiga pemimpin tersebut. Namun, Habiburokhman menyerukan agar semua pihak melihat usulan ini sebagai langkah positif untuk menjaga kesatuan dan memperkuat demokrasi Indonesia.

Publik berharap bahwa semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan forum ini dan mengesampingkan perbedaan demi kebaikan bangsa. Pembentukan Klub Presiden diharapkan akan membuka jalan untuk dialog dan kerja sama di antara tokoh-tokoh besar tersebut.

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI, hubungan antara SBY, Jokowi, dan Megawati seharusnya sudah terselesaikan.

Ketiganya sebaiknya bisa bersatu kembali untuk mencapai tujuan bersama demi kesejahteraan bangsa Indonesia dengan berbagi masukan dan ide.

“Menurut saya, mari tinggalkan yang lalu dan fokus pada persatuan. Dinamika yang terjadi sebelumnya memang sudah seharusnya terjadi, tetapi kini dan ke depan kita harus utamakan persatuan dan semangat merangkul,” ujar Habiburokhman.

“Ini bukan soal kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan demi bangsa dan negara. Saya percaya para pemimpin tersebut memiliki tujuan yang sama,” lanjutnya.

Habiburokhman berpendapat bahwa jika tujuannya adalah untuk bangsa, maka semua elemen dan pemangku kepentingan harus bersatu dan mendukung.

Sumber: tribunnews.com

Redaksi

Exit mobile version