GazanaPublika.com – Di tengah IDF sedang gencar-gencarnya menginvasi Lebanon Selatan, tiba-tiba Iran meluncurkan rudal hipersonik kepada Israel, pada Selasa malam (1/10). Hal itu menambah ketegangan di Timur Tengah. Serangan ini dilakukan ketika pasukan militer Israel (IDF) sedang menginvasi Lebanon selatan. Menurut klaim Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), sebagian besar rudal berhasil mengenai sasaran penting, termasuk pangkalan militer, sistem pertahanan Iron Dome, dan markas intelijen Mossad.
Pangkalan udara Nevatim menjadi salah satu lokasi yang terdampak. Foto satelit menunjukkan kerusakan pada hanggar jet tempur, namun Angkatan Udara Israel (IAF) mengklaim tidak ada kerusakan signifikan pada jet-jet tempur di pangkalan tersebut, dan tidak ada korban jiwa.
Selain pangkalan militer, serangan rudal hipersonik Iran juga menghantam beberapa fasilitas publik di Israel. Anadolu Agency melaporkan bahwa lebih dari 100 rumah di Tel Aviv utara mengalami kerusakan. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan berat, yang diperkirakan akan membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki.
Walau serangan ini dianggap sebagai tantangan serius, Israel menegaskan bahwa serangan rudal tersebut tidak akan menghentikan operasi militer mereka di Lebanon. Bahkan, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan bahwa serangan itu tidak cukup kuat untuk melumpuhkan pertahanan Israel, seperti yang dikutip oleh The Guardian. Puluhan jet tempur F-35 dan F-15 di pangkalan Nevatim dan Hatzerim dilaporkan rusak akibat serangan tersebut, menurut media Iran.
Di tengah situasi yang semakin memanas, kerusakan yang terjadi pada fasilitas militer dan rumah-rumah warga memperlihatkan dampak besar dari serangan Iran, namun Israel tetap bersikukuh bahwa mereka tidak akan mundur dari agresi militer yang sedang berlangsung.

