Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Eskalasi Serangan Udara dan Perintah Pengosongan Paksa Guncang Lebanon Selatan

Eskalasi Serangan Udara dan Perintah Pengosongan Paksa Guncang Lebanon Selatan

Internasional Rabu, 27 Mei 2026 23:53 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Tyre – Ketegangan di wilayah Lebanon selatan dan timur semakin meruncing setelah militer Israel mengintensifkan operasi tempurnya. Langkah ini ditandai dengan dikeluarkannya perintah pengosongan paksa terhadap kota Tyre—salah satu kota terbesar di Lebanon selatan—serta desa-desa di sekitarnya. Pihak militer Israel melampirkan peta wilayah yang harus ditinggalkan oleh penduduk setempat, mencakup sebagian besar wilayah Kota Tyre. Kantor Berita Nasional Lebanon juga turut mengonfirmasi adanya instruksi evakuasi massal tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, eskalasi militer ini berlangsung di tengah momen jutaan umat Islam yang sedang merayakan hari raya Iduladha. Di wilayah darat, kelompok Hizbullah melaporkan bahwa para anggotanya terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Israel di luar ‘Yellow Line’. Istilah ‘Yellow Line’ merujuk pada garis batas bentukan Israel yang menandai dimulainya zona militer di Lebanon bagian selatan dan timur. Salah satu titik pertempuran jarak dekat dilaporkan terjadi di kota Zawtar al-Sharqiyah, sebuah wilayah yang berjarak sekitar 10 kilometer (6 mil) di sebelah utara perbatasan Lebanon-Israel. Sementara itu, dari pihak militer Israel menyatakan bahwa mereka mendeteksi adanya dampak jatuhnya beberapa drone peledak di wilayah bagian utara negaranya.

Advertisement

Serangan udara Israel pada (27/5/2026) dilaporkan telah merenggut korban jiwa, termasuk salah seorang prajurit militer Lebanon. Angkatan darat Lebanon mengonfirmasi bahwa seorang tentaranya gugur di dekat pos penjagaannya di Bekaa, Lebanon timur, dan jenazahnya telah berhasil dievakuasi. Media lokal Lebanon juga mengabarkan jatuhnya dua korban jiwa tambahan di kota Deir Amas yang berada di distrik Tyre. Kantor Berita Nasional setempat menambahkan bahwa serangkaian serangan udara lain di kota Braiqaa turut menghancurkan dua unit rumah warga, di samping serangan udara yang menyasar kota Deir Qanoun en-Nahr, Srifa, dan Toura.

BACA JUGA:  Gaza Diguncang Tiga Ledakan Besar Jelang Idul Adha: Israel Klaim Eliminasi Kepala Sayap Militer Hamas

Terkait dengan instruksi evakuasi yang dikeluarkan pada hari Rabu tersebut, juru bicara militer Israel yang menggunakan bahasa Arab, Avichay Adraee, mengeluarkan pernyataan tegas:

“Segera evakuasi rumah Anda dan lanjutkan ke utara melintasi Sungai Zahrani,”

“Peringatan – pergerakan apa pun ke selatan Sungai Zahrani dapat membahayakan nyawa Anda.”

Rangkaian kekerasan bersenjata ini terjadi hanya berselang satu hari setelah serangan hebat Israel di Lebanon selatan dan timur menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 40 lainnya pada (26/5/2026), mengacu pada data Kementerian Kesehatan Publik Lebanon. Sepanjang jendela waktu sekitar 10 jam di hari Selasa tersebut, militer Israel juga secara beruntun menerbitkan perintah perpindahan paksa bagi puluhan kota, desa, serta keseluruhan wilayah Kota Nabatieh. Warga diinstruksikan untuk mengungsi ke wilayah utara menjauhi Sungai Zahrani, yang membentang sekitar 40 kilometer (25 mil) dari garis perbatasan Lebanon dengan Israel.

Wartawan Al Jazeera, Obaida Hitto, yang melaporkan langsung dari Tyre memberikan gambaran situasi mengenai serangan yang terjadi pada hari Selasa di wilayah timur tersebut:

“Serangan besar Israel menghantam Lebanon timur, mengenai Machgharah di Bekaa barat, dan serangan lain yang lebih jauh ke utara menargetkan Bendungan Qaraoun yang strategis,”

“Lebih banyak serangan mematikan menyusul perintah evakuasi yang mencakup kota Nabatieh.”

BACA JUGA:  Media China Soroti Pertemuan Xi dan Trump, Tekankan ‘Stabilitas Dunia’ hingga Era Baru Hubungan AS-China

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa malam menyatakan bahwa pasukan darat Israel dalam skala besar tengah merangsek jauh ke dalam wilayah Lebanon selatan demi menguasai kawasan dan memperkuat apa yang disebutnya sebagai ‘security zone’ di negara tetangga tersebut.

Sebagai bentuk perlawanan, Hizbullah mengeklaim bertanggung jawab atas 32 operasi militer pada hari Selasa yang membidik tentara Israel di Lebanon selatan. Kelompok tersebut menyatakan bahwa para pejuangnya terlibat dalam bentrokan langsung serta meluncurkan roket, artileri, dan drone guna membendung laju penetrasi militer Israel, terutama di kawasan Zawtar al-Sharqiya. Serangan tersebut diklaim menyasar beberapa tank Merkava, kendaraan lapis baja, sistem komunikasi, landasan ‘Iron Dome’, serta menjatuhkan dua unit ‘quadcopter’ milik Israel.

Kementerian Kesehatan Lebanon merilis akumulasi data korban pada hari Selasa yang menunjukkan bahwa sedikitnya 3.213 orang telah tewas dan 9.737 lainnya luka-luka akibat rangkaian serangan Israel sejak eskalasi pertempuran memuncak pada (2/3/2026). Konflik di Lebanon terseret ke dalam pusaran perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran sejak hari itu, setelah Hizbullah yang bersekutu dengan Teheran meluncurkan serangan ke Israel.

Pihak Hizbullah berdalih serangan tersebut merupakan aksi balasan atas tewasnya Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei pada hari pertama perang, yakni (28/2/2026), serta respons atas dugaan pelanggaran harian oleh Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sempat disetujui di Lebanon pada (11/2024). Kendati gencatan senjata berikutnya sempat disepakati kembali pada (4/2026), namun rangkaian serangan dari militer Israel masih terus berlanjut hingga saat ini.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

Berita Utama

Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Internasional

Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.