GazanaPublika.com, Jakarta — Ledakan yang mengguncang lingkungan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat siang, menimbulkan kepanikan di sekitar kompleks perumahan TNI Angkatan Laut (AL). Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 54 orang terluka, sebagian besar di antaranya merupakan siswa sekolah.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan, lokasi SMAN 72 memang berada di dalam Kompleks Perumahan TNI AL Kelapa Gading, sehingga unsur TNI AL menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan di tempat kejadian.
“Personel TNI AL langsung memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan terdekat di kompleks,” ujar Tunggul dalam keterangan tertulisnya, pada Jumat (7/10/2025)
Korban selanjutnya dirujuk ke beberapa rumah sakit, termasuk RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, dan Puskesmas Kelapa Gading untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menyebut total korban luka mencapai 54 orang dan seluruhnya telah mendapat penanganan medis.
“Data awal menunjukkan sekitar 54 orang mengalami luka akibat ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading,” kata Asep di RS Islam Cempaka Putih.
Hingga kini, pihak TNI dan Polri masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber ledakan dan kronologi kejadian. Area sekolah pun telah disterilkan sementara untuk keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Data dan informasi lanjutan akan disampaikan setelah hasil penyelidikan selesai dan diverifikasi,” ujar Tunggul menegaskan.
Kejadian ini terjadi di tengah aktivitas sekolah menjelang waktu salat Jumat. Para siswa yang mengenakan seragam batik ungu-hitam segera dievakuasi dari area sekolah, sementara petugas medis dan aparat keamanan bersiaga di lokasi.

