GazanaPublika.com, Lebak – Madrasah Tsanawiyah Nurul Hidayah Lebakjaha baru saja menyelesaikan program Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan yang berlangsung selama dua pekan penuh, dari 10 hingga 25 Maret 2025. Kegiatan tahunan ini mengambil tema khusus “Generasi Qurani untuk Masa Depan Gemilang” dengan fokus utama pada penguatan hafalan Juz 30 dan pendalaman nilai-nilai keislaman.
Diki Ladis Suandi, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menjelaskan bahwa program Sanlat kali ini dirancang secara khusus untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya hafal Al-Qur’an tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kami ingin siswa-siswi tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami dan bisa menerapkan nilai-nilai Qur’ani dalam interaksi sosial mereka,” ujar Diki dengan penuh semangat, Selasa (25/3/2025).
Yang membedakan Sanlat tahun ini adalah penerapan sistem pembelajaran terpadu yang melibatkan berbagai elemen madrasah. Pengurus OSIS diberi peran aktif sebagai mentor teman sebaya, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif. Selain itu, kegiatan ini juga terintegrasi dengan program kepramukaan, menciptakan sinergi antara pendidikan agama dan pembentukan karakter.
Dede Hikmat. Pembina Pramuka MTs Nurul Hidayah, menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan. “Melalui kombinasi hafalan Qur’an dan nilai-nilai kepramukaan, kami ingin membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara spiritual tetapi juga memiliki karakter kuat dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.
Acara penutupan Sanlat pada 20 Maret lalu berlangsung penuh khidmat. Kegiatan diawali dengan tahlilan untuk mengenang jasa pendiri madrasah, Alm. KH. Abdurra’uf, dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti seluruh peserta. Acara puncak berupa buka puasa bersama seluruh keluarga besar madrasah menutup rangkaian kegiatan dengan penuh kehangatan.
DR. Rusdin, Pengawas MI sekaligus Wakil Kepala Kurikulum, menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Sanlat tahun ini. “Program seperti inilah yang kami harapkan dapat mencetak generasi paripurna, yang seimbang antara ilmu dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Cahyani, Koordinator Wakil Kepala Sekolah, menambahkan bahwa dampak positif Sanlat sudah mulai terlihat. “Kami melihat perubahan signifikan pada sikap dan perilaku siswa. Mereka lebih termotivasi untuk berbuat kebaikan dan menjadi contoh di masyarakat,” tuturnya penuh haru.
Kegiatan Sanlat MTs Nurul Hidayah tahun ini tidak hanya berhasil mencapai target akademik, tetapi juga berhasil menciptakan iklim religius yang lebih kuat di lingkungan madrasah. Semua pihak berharap, program seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi model bagi madrasah-madrasah lainnya di wilayah Malingping.

