Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Merasa Dekat dengan Allah

Merasa Dekat dengan Allah

Genta Qalbu Selasa, 21 Mei 2024 8:28 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Genta qolbu mutiara AOA

“Janganlah karena ibadah seakan-akan merasa dekat dengan Allah, mungkin kita sedang jauh dari Allah” -AOA

GazanaPublika.com – Mutiara ini semoga bermanfaat bagi orang-orang yang rajin beribadah kepada Allah. Kadang dengan rajin beribadahnya ahli ibadah, mungkin saja di dalam dirinya ada bisikan ‘saya sudah baik, saya sudah suci, dan saya sudah dekat dengan Allah.’ Ini bahaya sekali apabila bisikan semacam ini hadir dalam hati kita. Kalau seandainya di saat kita sedang berdosa, mungkin ada obatnya yakni taubat. Tetapi bagaimana apabila kita merasa suci dan merasa baik Apakah ada obatnya.

Orang berdosa maksiatnya karena dia melakukan perbuatan dosa tetapi orang yang beribadah maksiatnya tidak akan terasa karena ditutupi oleh kebaikan yang dia upayakan setiap hari dengan ibadahnya. Dan orang yang seperti ini akan terlena dengan perasaan-perasaan tersebut merasa baik dan merasa suci dan tidak pernah memandang dirinya kotor dan penuh kekurangan.

Ada suatu kisah yang secara pendek diceritakan sebagai berikut. Kira-kira ceritanya begini: suatu saat ada seorang yang telah membunuh banyak orang namun dia ingin mengetahui seberapa besar dosanya dan mungkinkah Allah mau menerima taubatnya. Lalu dia menanyakan kepada setiap ulama yang ia jumpai, apakah dosanya itu bisa ditebus. Setiap ulama yang ia jumpai mengatakan bahwa dosanya itu sangat besar dan dia pasti akan diazab oleh Allah. Atau ulama yang lain menjawab tidak ada tebusan baginya untuk dosa yang yang pernah ia lakukan selama ini. Ketika jawaban-jawaban negatif seperti itu diberikan kepadanya maka ia pun memenggal leher ulama-ulama tersebut. Suatu saat ia bertemu dengan ulama yang arif memberikan jawaban kepadanya bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun. Mendengar ucapan seperti itu ia sangat senang dan kemudian dia pun bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Kemudian dikemudian hari ia meninggal dunia dan husnul khatimah.

Lalu ada seorang ahli ibadah bertemu dengan malaikat pencatat. Malaikat itu datang kepada ahli ibadah tersebut karena semula senang lihat ibadahnya. Karena malaikat itu sudah berhadapan dengannya maka dipikirnya ada kesempatan untuk menanyakan perkara amal yang ia miliki. Ia tidak sia-siakan kesempatan tersebut dan kemudian ia bertanya kepada malaikat tersebut, “Wahai tuan malaikat, aku ingin melihat catatan amalku.” Kemudian malaikat pun membuka buku catatan amal yang ia bawa. Lama sekali malaikat itu membuka buku tersebut tetapi tidak ada nama orang tersebut dalam buku catatannya. Akhir cerita ahli ibadah tersebut dalam akhir hayatnya meninggal dalam keadaan syu’ul khatimah.

Kita jangan terlalu ‘pede dengan amal yang ia miliki tetapi teruslah berupaya memperbanyak amal. Namun jangan merasa bahwa kita sebagai orang yang banyak amalnya karena bisa jadi amal kita tidak sempurna bahkan tidak ada nilainya di hadapan Allah karena kesalahan kita sendiri seperti riya dan sombong.

Oleh karena itu, seorang penganut tasawuf yang baik dan arif selalu berniat untuk beramal hanya karena Allah dan menyerahkan segalanya kepada-Nya, sejauh mungkin menghindari perasaan atau prasangka sombong dalam dirinya. Seorang sufi seringkali khawatir bahwa kebaikan yang ia lakukan diselipi kesombongan atau tidak murni dilakukan karena Allah. Karena itu, para sufi selalu bertobat setelah melakukan kebaikan. Mereka senantiasa merasa khawatir apakah Allah menerima amal baik mereka, namun tetap berharap dan berdoa agar amal tersebut diterima, serta menyadari bahwa apa yang mereka lakukan sangat kecil artinya di hadapan Allah dan tidak berarti apa-apa.

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Pelajar SMPN 1 Wanasalam Tewas Laka Lantas Setelah Motor Diserempet Dump Truk

Ditsamapta Polda Banten Perbaiki Jembatan Merah Putih, Wujud Nyata Kepedulian Polri terhadap Masyarakat

Ketua MPC PP Lebak Beri Apresiasi Tinggi, Penangkapan Kepala BGN Pusat

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.