Advertisement
“Iman adalah telanjang, bajunya adalah ketakwaan” – AOA
GazanaPublika.com, Iman apabila diartikan itu percaya. Apabila di-implementasikan dalam fenomena kehidupan, segala apa yang dipercaya oleh manusia adalah keimanan, baik itu ke scientific sekalipun seperti percaya teori evolusi, bigbang, percaya kepada atasan, percaya bahwa dunia seperti roda berputar dan sebagainya. Semua itu melibatkan keimanan. Bahkan orang percaya bahwa kuburan tempat bermunajat yang baik, batu bertuah, orang menyembah batu karena dipandang sebagai perwujudan Tuhan, semua itu melibatkan keimaman. Orang Kristen, Budha, Hindu dan semua agama dan kepercayaan di dunia, bentuknya adalah keimanan.
Advertisement
Oleh karenanya hal tersebut dikatakan bahwa iman itu ada telanjang. Telanjang dalam pengertian masih terbuka dan bisa dipersepsikan oleh semua manusia apapun keyakinannya.
Bahkan di dalam di dalam keimanan Islam sekalipun, sama masih disebut telanjang. Hal ini alasannya karena semua orang yang mengaku dirinya meyakini rukun iman sekalipun Islamnya belum dilaksanakan secara sempurna maka mereka semua dikategorikan orang-orang yang beriman.
Lalu kemudian muncul persepsi di kalangan sosial ada istilah bahwa keimanan yang lemah dan keimanan yang kuat. Keimanan yang lemah artinya bahwa seseorang masih dikatakan beriman selama dia beragama Islam walaupun tidak melaksanakannya. Dan ketika sudah melaksanakannya dan seorang yang mengatakan telah beriman tersebut menjauhi segala hal-hal yang dilarang oleh Allah dan melaksanakan hal-hal yang diperintahkannya, itu disebut sebagai orang yang Islam secara Kaffah dan boleh disebut sebagai orang muslim atau orang mukmin.
Dari uraian tersebut mutiara AOA di atas menjelaskan secara sederhana bahwa bajunya keimanan itu adalah ketakwaan. Baju tersebut bukanlah sekedar baju yang dipahami sebagai formalitas belaka, atau sebagai penutup aurat saja, bukan demikian. Yang disebut baju adalah identitas seorang muslim yang membedakan dengan penganut agama yang lain dan segala keyakinan-keyakinan yang ada. Taqwa adalah sebagai furqan atau pembeda antara orang yang sudah benar-benar Islam dan orang yang belum menjalankan Islam dengan sepenuhnya atau dengan agama-agama dan keyakinan-kwyakinan lainnya. Identitas adalah jati diri seorang muslim dan taqwa adalah sebagai identitas yang melekat pada seorang muslim. Taqwa adalah menjaga diri dari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah SWT.
Advertisement
