Advertisement
“Hari ini dengan ketetapan Allah, esok dengan insya Allah”-AOA
GazanaPublika.com – Ungkapan “Hari ini dengan ketetapan Allah, esok dengan insya Allah” menyimpan makna spiritual yang dalam tentang cara manusia memandang hidupnya. Pada hari ini, apa pun yang kita alami, baik kebahagiaan maupun kesedihan, keberhasilan maupun ujian, semuanya tidak lepas dari qadha dan qadar Allah. Setiap detik yang kita jalani adalah hasil dari ketetapan-Nya yang telah ditulis jauh sebelum kita lahir. Karena itu, sikap yang tepat bagi seorang mukmin adalah mensyukuri apa yang sudah Allah tetapkan. Syukur bukan hanya ketika nikmat terasa melimpah, tetapi juga ketika ujian menimpa, sebab dalam setiap ketentuan Allah selalu tersimpan hikmah yang tidak segera kita pahami.
Advertisement
Namun, manusia adalah makhluk yang selalu memiliki keinginan untuk lebih baik. Rasa tidak puas atas kondisi hari ini kerap muncul, dan itu wajar. Akan tetapi, saat memandang hari esok, kita tidak boleh terjebak dalam kepastian yang semu. Masa depan belum pernah kita genggam, bahkan kita tidak tahu apakah masih diberi kesempatan hidup hingga esok tiba. Karena itu, kalimat “insya Allah” menjadi pengingat bahwa segala rencana hanya akan terwujud bila Allah menghendakinya. Ungkapan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan bentuk doa dan tawakal, sekaligus pernyataan iman bahwa kekuasaan Allah-lah yang menentukan hasil dari ikhtiar manusia.
Dengan demikian, ungkapan ini mengajarkan keseimbangan antara syukur dan ikhtiar. Hari ini kita menerima dengan lapang dada segala ketentuan Allah dan mensyukurinya, sedangkan esok kita melangkah dengan penuh doa, harapan, dan kerja keras, sambil tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada-Nya. Inilah jalan tengah yang menenteramkan hati seorang mukmin: ridha atas apa yang terjadi sekarang, dan tawakal atas apa yang akan datang.
Kalimat sederhana ini sejatinya adalah pedoman hidup yang melatih jiwa agar tidak larut dalam kekecewaan terhadap hari ini, dan tidak pula angkuh dalam merencanakan masa depan. Hari ini kita belajar bersyukur, esok kita belajar berharap. Dan di antara keduanya, kita diajari untuk selalu sadar bahwa hidup ini sepenuhnya berada dalam genggaman Allah.
Advertisement
