GazanaPublika.com, Jakarta – Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar pada Sabtu, 1 Juni 2025, di halaman Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, berlangsung khidmat dan penuh makna. Momen ini menjadi sorotan nasional karena mempertemukan tiga tokoh penting negara: Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri.
Presiden Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara, memimpin jalannya seremoni yang juga dihadiri oleh para tokoh nasional, pejabat tinggi negara, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, bukan sekadar jargon politik.
“Pancasila bukan sekadar simbol atau slogan. Ia adalah jiwa bangsa, landasan yang menyatukan kita semua dalam keberagaman,” tegas Prabowo.
Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendampingi Presiden Prabowo di upacara peringatan ini menunjukkan sinergi antara pemimpin generasi lama dan baru dalam menjaga nilai-nilai Pancasila. Di sisi lain, kehadiran Megawati Soekarnoputri menambah bobot simbolik peringatan ini. Sebagai putri Proklamator sekaligus penggagas BPIP, Megawati memiliki peran sentral dalam merawat ideologi Pancasila di tengah tantangan zaman.
Momen kebersamaan ketiganya di satu panggung menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai isyarat kuat akan komitmen negara dalam menjaga persatuan, stabilitas, dan arah ideologis bangsa ke depan.
Upacara yang berlangsung sejak pagi itu juga diikuti oleh Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Tema peringatan tahun ini, “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, menjadi penegas arah perjalanan bangsa menuju masa depan yang inklusif, adil, dan berdaulat.
Di tengah dinamika politik pascapemilu dan menjelang masa transisi pemerintahan, tampilnya Prabowo, Gibran, dan Megawati bersama-sama dalam satu acara kenegaraan memberi pesan penting: bahwa Pancasila tetap menjadi titik temu dan pemersatu seluruh kekuatan bangsa.

