GazanaPublika.com, Kupang – Suasana haru menyelimuti rumah duka Asrama TNI di Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, saat jenazah Prada Lucky Namo tiba untuk disemayamkan sebelum dimakamkan pada Sabtu (9/8/2025).
Ibunda almarhum, Sepriana Paulina Mirpey, tak kuasa menahan tangis sambil memeluk erat peti jenazah putranya. Prada Lucky Namo, prajurit muda TNI Angkatan Darat, meninggal dunia pada 6 Agustus 2025. Ia diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan 20 personel TNI seniornya. Kini, seluruh terduga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak penyidik militer.
Di tengah duka keluarga besar Namo, beredar unggahan di media sosial Facebook yang menuai kemarahan publik. Akun bernama Nafa Arshana menulis komentar yang merendahkan martabat Prada Lucky, menuding almarhum tidak bermoral dan memiliki orientasi seksual menyimpang. Ucapan tersebut memicu kemarahan ayah almarhum, Serma Christian Namo, yang berusaha mencari keberadaan pemilik akun tersebut.
Beberapa hari kemudian, identitas pemilik akun Nafa Arshana terungkap. Perempuan tersebut akhirnya muncul bersama suaminya, Sertu Gunadin, untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dalam pernyataannya, Sertu Gunadin mengaku menyesal atas perbuatan sang istri. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, keluarga besar TNI AD, serta keluarga almarhum Prada Lucky Namo.
“Saya meminta maaf atas tindakan istri saya yang memberikan komentar negatif di postingan berita meninggalnya adik kami, almarhum Prada Lucky Namo, di media sosial Facebook,” ujar Sertu Gunadin, seperti dikutip dari akun TikTok Ghost Hunters, Rabu (13/8/2025).
Ia juga mengakui kelalaiannya dalam membina dan mengarahkan sang istri. Sertu Gunadin menegaskan siap menerima teguran serta berjanji akan memperbaiki sikap dan memberikan bimbingan lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang.
“Siap salah, Jenderal. Kami mengakui bertanggung jawab atas tindakan istri kami tersebut. Kami berjanji kejadian ini tidak akan diulangi dan kami akan membina istri kami dengan lebih baik lagi,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, istri Sertu Gunadin yang tampak menangis turut menyampaikan penyesalan secara langsung. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Uli Simanjuntak, serta kepada seluruh keluarga korban.
“Kami memohon maaf atas komentar kami di media sosial terkait postingan meninggalnya Prada Lucky Saputra Namo,” ucapnya dengan suara bergetar.
Kasus kematian Prada Lucky Namo sendiri mendapat perhatian luas, termasuk dari anggota DPR yang mendesak Polisi Militer TNI mengungkap secara tuntas motif di balik penganiayaan tersebut. Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan dan publik menantikan kejelasan serta keadilan bagi almarhum.

