GazanaPublika.com, Jakarta — Jaringan solidaritas internasional Free Palestine Network (FPN) menggelar aksi serentak di sejumlah kota di Indonesia pada Minggu (8/3/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran dalam menghadapi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat. Mereka juga melakukan pembakaran terhadap bendera ‘Paman Sam’.

Aksi FPN digelar di berbagai daerah, di antaranya di Jakarta, Bandung, Surabaya, Surakarta (Solo), Makassar, Kendari, Baubau, Tarakan, hingga Majene.

Di Jakarta, aksi dipusatkan di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Massa aksi membawa berbagai poster serta membentangkan spanduk besar bertuliskan “Dukung Iran Lawan Israel–AS”.

Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, mengatakan aksi serentak tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap Iran yang dinilai tengah menghadapi agresi militer dari Israel dan Amerika Serikat.

“Sebagaimana dua bulan lalu kami menggelar aksi di seluruh Indonesia untuk bersolidaritas dengan Venezuela, kali ini kami juga melakukan aksi serentak untuk menunjukkan solidaritas kepada Republik Islam Iran,” ujar Furqan dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, dukungan FPN terhadap Iran dilandasi semangat yang sama seperti dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia menilai konflik yang terjadi merupakan bagian dari praktik penindasan terhadap bangsa yang mempertahankan kedaulatannya.

Furqan juga menyebut bahwa serangan militer terhadap Iran dinilai bertentangan dengan ketentuan dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB yang melarang penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan negara lain.

Di sisi lain, kata dia, Iran memiliki hak untuk membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB. Menurutnya, respons militer yang dilakukan Iran merupakan bentuk upaya mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional.

“Arogansi dan kesewenang-wenangan Amerika Serikat dan Zionis Israel tidak bisa dibiarkan. Dunia harus segera menghentikannya. Sebagai bangsa yang pernah merasakan pahitnya kolonialisme, Indonesia harus berdiri tegas bersolidaritas dengan Iran,” kata Furqan.

FPN juga mendorong pemerintah Indonesia agar mengambil sikap lebih tegas dalam merespons dinamika geopolitik global, khususnya terkait konflik di Timur Tengah. Menurut Furqan, sikap tersebut sejalan dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan komitmen Indonesia untuk menentang penjajahan di muka bumi.
Dalam aksinya, FPN menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah Indonesia. Di antaranya mendesak pemerintah untuk mengutuk agresi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran serta menunjukkan dukungan terhadap upaya Iran mempertahankan kedaulatan negaranya.

Selain itu, FPN juga mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam menjaga ketertiban dunia dengan menginisiasi konferensi internasional guna menggalang solidaritas negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan semangat Konferensi Asia Afrika 1955 yang pernah dipelopori Indonesia di Bandung.

FPN juga meminta pemerintah meninjau kembali sejumlah kebijakan luar negeri yang dinilai berpotensi merugikan kedaulatan nasional, termasuk keikutsertaan dalam lembaga internasional tertentu serta perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat.

Aksi solidaritas tersebut berlangsung dengan membawa berbagai atribut dukungan terhadap Palestina dan Iran serta seruan agar dunia internasional menghentikan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. ***

Redaksi

Exit mobile version