Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Prabowo Ungkap Alasan Ingin Menjadi Pemimpin Nasional: Khawatir Sejak Era 1990

Prabowo Ungkap Alasan Ingin Menjadi Pemimpin Nasional: Khawatir Sejak Era 1990

Berita Utama Rabu, 10 Juni 2026 23:15 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Sebuah pengakuan mendalam disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai motivasi utamanya menduduki kursi kepemimpinan tertinggi di Indonesia. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut membeberkan bahwa ambisinya menjadi kepala negara bermula dari kekhawatiran jangka panjang yang ia rasakan terhadap arah perkembangan bangsa yang dinilainya mulai melenceng sejak beberapa dekade silam.

Dikutip dari detikcom, pandangan ini disampaikan langsung oleh sang Presiden dalam pidato sambutannya pada acara Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Agenda nasional tersebut diselenggarakan di Lampung pada hari Rabu (10/6/2026).

Advertisement

Mantan Menteri Pertahanan tersebut menegaskan bahwa dorongan untuk maju sebagai pemimpin nasional tidak didasari oleh hasrat terhadap kekuasaan semata. Ia mengaku telah lama mengamati adanya kekeliruan dalam perjalanan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  Gratis Naik MRT hingga TransJakarta, Pemprov DKI Rayakan Hari Transportasi Nasional

“Kenapa saya ingin jadi Presiden. Saya ingin jadi Presiden karena saya sudah lihat kalau tahun ’90-an Indonesia menuju arah yang salah, saya sudah lihat,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam forum pengusaha muda tersebut pada (10/6/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa memegang mandat sebagai presiden bukanlah perkara yang mudah. “Saya bukan mau jadi Presiden hanya untuk jadi Presiden, lu kira enak,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti realitas sosial yang terjadi di dalam negeri. Menurut analisisnya, tantangan dan kegaduhan terbesar justru kerap bersumber dari dinamika di lapisan atas atau kaum elite, bukan dari masyarakat akar rumput. Ia menilai lingkaran elite di Indonesia cenderung sering terlibat dalam konflik internal.

BACA JUGA:  Detik-detik Tragedi Bekasi Timur: Saat Jalur Tersendat, Dua Kereta Bertumbukan, dan Gerbong Perempuan Menjadi Titik Luka Terdalam

“Karena kadang-kadang masyarakat elite kita ini, elite yang memang kejam, elite kita ini ya. Tapi hampir semua elite bangsa seperti kita ribut terus, elitenya ribut, rakyat tidak,” tutur Prabowo.

Kondisi tersebut dinilai berbanding terbalik dengan pemahaman yang dimiliki oleh masyarakat luas. Prabowo memuji kedewasaan rakyat yang dinilainya jauh lebih mengerti pentingnya menjaga kedamaian, keharmonisan, serta kolaborasi dalam kehidupan berbangsa untuk mencapai kesejahteraan bersama, alih-alih memicu perpecahan.

“Rakyat paling ngerti untuk dapat hidup yang baik harus ada kerukunan, harus ada paguyuban, harus ada kerja sama, harus ada saling mengisi, bukan saling menghantam,” ujarnya memungkasi penjelasan.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.