GazanaPublika.com, Serang — Upaya memperkuat identitas kebudayaan dan bela diri tradisional terus dilakukan oleh para pesilat di tanah Banten. Sejumlah pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk menyelaraskan gerakan dalam agenda latihan bersama yang digagas oleh pengurus pusat dan wilayah I Banten. Latihan ini dipusatkan langsung di Markas DPW I Provinsi Banten yang berlokasi di Perumahan Taman Banjar Agung Indah, Kota Serang pada Selasa malam (14/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 pemuda perwakilan dari DPC Kasemen, Cipocok Jaya, Kragilan Kota Serang, dan Purwakarta Cilegon. Pelatihan jurus baku TTKKBI ini sengaja diterapkan untuk membangun keseragaman gerak di seluruh wilayah Banten. Langkah tersebut diambil karena jurus baku ini akan menjadi identitas dan silat khas yang membedakan organisasi Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia dari aliran silat lainnya.
“Ya sebenarnya ini digagas awalnya oleh Ki Banjar Agung alias Bapak H. Hudi Nurhudiyat, Ketua DPW I Provinsi Banten lalu kemudian diajukan oleh beliau ke Ketua Umum, Bapak Arif Hidayat. Alhamdulillah, beliau menyetujui, bahkan dalam rapat Ketjeran pertama kemarin, beliau sendiri yang mengumumkan untuk dilakukan pelatihan pada malam ini,” ujar Uyeng Saepulrohman, Wakil Sekretaris Wilayah DPW I Provinsi Banten TTKKBI.
Jurus baku ini merupakan karya orisinil dari Ketua Umum Arif Hidayat, yang merangkai gerakan seni khas dari aliran silat Cimande. Selain memiliki nilai estetika dan keindahan yang tinggi saat diperagakan, jurus ini juga mengandung inti sari dari unsur silat Cimande itu sendiri.
“Ya kalau bagi Kami, memang menarik dan indah. Jurus ini sering dipertunjukan setiap kali ada momentum pelantikan DPW I, DPW II, bahkan sampai ranting loh. Saat Pak Ketum tampil, para hadirin terpesona dan anehnya kita tidak pernah bosan melihatnya,” ungkap Uyeng.
Sebelum mematangkan jurus baru ini, organisasi sebenarnya telah sukses menggelar pagelaran kolosal 20 ribu Jurus Tapak Karuhun di GOR Kota Serang yang berhasil memecahkan rekor Muri sebagai pelaksanaan jurus terbaik dan terkompak. Namun, jurus tersebut kini sudah digunakan secara meluas oleh berbagai organisasi luar.
“Jurus Tapak Karuhun ini adalah khas Banten juga yang di dalamnya ada unsur Silat Cimande, Terumbu dan Bandrong. Penggagasnya pun Pak Arif Hidayat saat beliau masih di organisasi sebelum TTKKBI. Karya itu dengan melibatkan guru besar Cimande, Terumbu dan Bandrong. Lalu Pak Ketum yang memfasilitasi itu dan mengumpulkan ketiga aliran. Tapi kan juurs Tapak Karuhun kini bukan cuma TTKKBI yang memakainya,” jelas Uyeng.
Lahirnya jurus baru khusus ini didorong oleh kebutuhan organisasi yang idealnya memiliki ciri khas tersendiri. Proses penciptaannya bermula dari diskusi santai yang kemudian diseriusi menjadi sebuah program kerja nyata kelembagaan.
“Kalau saya nilai awalnya berangkat dari obrolan-obrolan belaka, tetapi gagasan untuk menjadikan itu sebagai jurus baku adalah dari Ketua DPW I Provinsi Banten, mengalir saja pembicaraannya dan Ketum menyepakatinya. Itu saja menurut saya,” tukas Uyeng.
Agenda pelatihan ini dipastikan akan terus berjalan rutin setiap Selasa malam. Target terdekat dari pemantapan gerak ini adalah persiapan matang untuk menyambut acara silaturahmi akbar yang melibatkan 12 ribu pendekar pada November 2026 mendatang di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

