GazanaPublika.com – Ray Rangkuti, seorang pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia, mengkritisi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo alias Bamsoet, yang menyatakan bahwa tidak ada lagi kebutuhan untuk adanya oposisi.
“Entah apa dasar pemikirannya. Pemilu dilaksanakan salah satu tujuannya agar jelas mana yang berkuasa dan mana yang oposisi,” ujar Ray Rangkuti kepada Tribunnews.com pada Minggu (14/4/2024).
Menurut Ray, jika semua partai politik akhirnya bergabung dalam koalisi pemerintahan, maka pemilu tidak lagi memiliki arti yang penting.
“Kalau semuanya masuk kekuasaan, ya buat apa Pemilu? Jika Pemilu akhirnya menyebabkan semua partai berada dalam satu barisan, maka apa gunanya partai-partai tersebut?” tegasnya.
Ray juga menyoroti bahwa partai politik pun tidak lagi diperlukan jika semua bergabung dalam satu barisan tanpa ada lagi perbedaan atau perbedaan pendapat yang konstruktif.
Pernyataan Ray Rangkuti ini mencerminkan kekhawatiran atas kemungkinan hilangnya peran oposisi dalam sistem politik Indonesia yang demokratis.
“Mestinya tak ada Golkar, Gerindra, dan sebagainya kalau akhirnya semua dalam satu barisan,” ucap Ray.
Sementara itu, Bamsoet mengajak calon presiden pemenang Pilpres 2024, Prabowo Subianto, untuk merangkul pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD ke dalam pemerintahan periode 2024-2029.
“Sebetulnya dua ini (Prabowo dan Ganjar) kan sahabat,” ujar Bamsoet setelah menghadiri acara open house di rumah dinas Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/4/2024).
Bamsoet berharap agar Prabowo dan Ganjar dapat melakukan rekonsiliasi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengumumkan hasil sengketa Pilpres 2024.
“Diharapkan dua sahabat yang sempat terpisah karena kompetisi dapat merajut kedua tim ini untuk rekonsiliasi,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua MPR RI ini berpendapat bahwa Pemerintahan Prabowo-Gibran tidak perlu adanya oposisi.
“Bahkan kalau perlu kita tidak butuh oposisi, kita butuh gotong royong, kita butuh demokrasi gotong royong, tidak diperlukan lagi oposisi,” ungkapnya.
Karenanya, dia mendukung jika Prabowo akan merangkul semua partai politik (parpol) yang ada di parlemen.
“Saya mendukung jika Pak Prabowo merangkul semua parpol yang ada di parlemen untuk bersatu membangun bangsa ini ke depan,” ungkap Bamsoet.
Menurut Bamsoet, pengawasan atau checks and balances terhadap jalannya pemerintahan tetap dilakukan meskipun semua parpol bergabung.
“Bersatu bukan berarti checks and balances tidak ada. Kita dapat melakukan musyawarah dalam sistem demokrasi kita sendiri,” katanya.
Dia mencontohkan bahwa dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering terjadi perbedaan pandangan antara parpol pendukung. (Sumber: tribunnews.com)

