GazanaPublika.com – Kehadiran akun hacker dengan nama @bjorka di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) telah memicu kehebohan di dunia maya. Akun ini diduga kuat terlibat dalam serangan siber besar-besaran yang menyerang Pusat Data Nasional, mengakibatkan gangguan luas pada layanan publik. Serangan tersebut menuntut tebusan sebesar 131 miliar rupiah untuk membuka enkripsi data yang terinfeksi.
Keberadaan akun @bjorka ini mengundang berbagai macam reaksi dari warganet. Banyak yang terkejut dan marah, sementara yang lain justru menanggapinya dengan skeptisisme dan humor. Apakah @bjorka yang melakukannya? Belum tentu juga itu yang melakukannya. Namun ada baiknya melihat komentar warganet X soal @bjorka terkait seragan siber.
“Sungguh mengkhawatirkan! Bagaimana bisa sistem kita begitu rentan?” tulis seorang pengguna X dengan akun @andriwijaya89. Ia menyuarakan kekhawatiran atas keamanan data nasional dan mendesak pemerintah untuk meningkatkan sistem pertahanan siber.
Di sisi lain, ada juga yang merespon dengan nada lebih santai. “Kalau sampai @bjorka bisa bobol Pusat Data Nasional, mending kita rekrut dia buat jaga sistem kita!” cuit akun @lucaspratama dengan emotikon tertawa, menandakan kekesalan yang dibalut humor.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani kasus ini. “Tiap kali ada serangan besar, selalu timbul pertanyaan, sejauh mana kesiapan kita dalam menghadapi serangan siber?” tulis akun @dewisusanti dengan nada serius.
Sementara itu, ada juga warganet yang menuntut transparansi dari pemerintah. “Kami butuh penjelasan resmi dan langkah konkret dari pemerintah. Jangan cuma janji-janji kosong,” tulis akun @rinov_alex.
Reaksi beragam dari warganet ini menunjukkan betapa seriusnya dampak serangan siber terhadap kepercayaan publik terhadap keamanan data nasional. Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memulihkan kepercayaan ini dengan langkah-langkah nyata dan transparan. Serangan oleh akun hacker @bjorka ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat pertahanan siber dan melakukan mitigasi risiko secara berkelanjutan.,
Untuk memastikan relevansi dan keakuratan, berikut adalah versi terbaru dari pernyataan warganet di platform X terkait akun hacker @bjorka dan serangan siber terhadap database pemerintah:
Berikut komentar warga X:
@dhemit_is_back: BSSN rata2 smua dari Militer Di Web Forumxxx data BAIS dijual belikan walau faktanya itu data lama yang di up lagi motifnya sama sprti Bjorka anehnya lagi data itu dulu juga di jual belikan Bjorka…
Kominfo pun bilang Hacker minta tebusan 131Μ..
Sampai sini paham Yang Mulia?
@Hasbil_Lbs: Perhatikan, ini postur Anggaran BSSN Τ.Α. 2022.
Fokus di belanja pegawai (Rp 207 Milyar) & Program Keamanan & Ketahanan Siber (Rp 152 Milyar).
Lihat, kurang support apalagi BSSN? Tapi kenapa data terlalu sering dibobol peretas? Ayo jelaskan ke Publik? Ada apa ini sebenarnya?

Go @Bang_Muun: Pentagon aja bobol oleh anak SMP Google aja bayarin bakhunter yg jelas itu kita bikin data itu asal jadi kalo yg salah BSSN ya ga juga sih
Justice For Afif @ceisy : Jangan Seolah-olah masyarakat tidak diperlukan lagi perannya, Padahal banyak potensi diluaran sana.
TRANSporter @M3n: Membalas @dhemit_is_back Dari awal saya udah nebak, ini kasus yang memang sengaja dibuat oleh kita sendiri….ada udang dibalik batu dari ramainya kasus ini
No Name @toddysolo791: Ada Bangkai Busuk Mulai terendus. Ransomware, Hacker hanya sekadar alasan buat ngegarong secara halus uang negara.
Widodo Oi @widodo oi 1: Aku mengenal virus ini sejak 2016an yg mulia solusinya hanya backup data manual karena klo pun ditebus datanya nda bisa 100% pulih setahuku hanya sharing yg mulia, karena aku meg tukang ngarit
X@xwitter_com: No system is save Untuk sekelas @KEMENKOMINFO dan data center pasti ada keterlibatan orang dalam atau pihak vendor yg bisa acces ke server untuk buka backdoornya..itu kalo bener ada hacker yg maen.. Lebih memungkinkan ada ordal yg jual data sih..atau cmn drama biar anggaran naek?
Komentar lainnya:
1. @andriwijaya89: “Sungguh mengkhawatirkan! Bagaimana bisa sistem kita begitu rentan? Pemerintah harus segera tingkatkan keamanan siber kita.”
2. @lucaspratama: “Kalau sampai @bjorka bisa bobol Pusat Data Nasional, mending kita rekrut dia buat jaga sistem kita!”
3. @dewisusanti: “Tiap kali ada serangan besar, selalu timbul pertanyaan, sejauh mana kesiapan kita dalam menghadapi serangan siber? Ini serius, lho.”
4. @rinov_alex: “Kami butuh penjelasan resmi dan langkah konkret dari pemerintah. Jangan cuma janji-janji kosong. Transparansi itu penting!”
5. @budianto_rahman: “Serangan ini harus jadi pelajaran besar. Bukan hanya soal keamanan siber, tapi juga soal bagaimana kita menanggapi ancaman secara cepat dan tepat.”
6. @aisyahfirdaus: “Semoga pemerintah bisa segera mengatasi ini. Kita semua bergantung pada keamanan data nasional.”