GAZANAPUBLIKA.COM – Ahmad Mabruri, juru bicara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menganggap penyelidikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan pelanggaran dalam pantun yang terkait dengan calon wakil presiden Muhaimin Iskandar sebagai sebuah ancaman. Ia mencatat bahwa penggunaan pantun telah menjadi hal umum di ranah publik, terutama di kalangan para pejabat.

“Itu salah satu dalam tanda petik, ancaman, ya. Kan pantun ini jadi satu hal biasa di ranah public speaking para pejabat,” kata Ahmad saat dihubungi Tempo melalui sambungan telepon, Senin, 20 November 2023. (Dikutip dari TEMPO.co)

Ahmad menilai bahwa pantun yang diucapkan oleh Cak Imin, panggilan untuk Muhaimin, hanyalah guyonan belaka. Dia menjelaskan bahwa tindakan serupa juga dilakukan oleh calon wakil presiden pasangan nomor tiga, Mahfud Md. Dalam pantun yang diutarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu, juga terdapat ajakan untuk memilih pasangannya.

Menurut Ahmad, pantun tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran. Dia menekankan bahwa ajakan yang dilontarkan oleh Cak Imin hanyalah ungkapan kegembiraan, sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi setelah pihaknya memperoleh nomor urut.

“Kecuali sudah serius pasang spanduk. Itu kan dibikin spontan aja. Kan kita enggak tahu mau dapat nomor berapa,” ucap Ahmad.

Dilaporkan ke Bawaslu

“Bukan pantunnya, ajakannya,” kata Rahmat, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, pada Senin, 20 November 2023.

Pada 14 November lalu, Muhaimin Iskandar dan Mahfud Md menyampaikan pantun sebagai bagian penutup pidato mereka ketika pengundian nomor urut pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat itu, Muhaimin mengungkapkan pantunnya, “Ke Mamuju, jangan lupa pakai sepatu. Kalau ingin maju, pilih nomor satu.”

Sementara Mahfud Md melontarkan pantun, “Hukum yang tegak harapan kita,
sejahtera merata idaman bersama. Ganjar-Mahfud pilihan kita, gotong-royong pilih nomor 3.”

Muhaimin Iskandar merupakan calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Baswedan. Keduanya didukung oleh Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara itu, Mahfud Md adalah pasangan dari Ganjar Pranowo yang didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Perindo.(Sumber: TEMPO.co)

Exit mobile version