GazanaPublika.com, Jakarta – Nama mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang sebelumnya masuk sebagai finalis tokoh terkorup dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), dilaporkan hilang dari situs resmi organisasi tersebut.

Pantauan pada Kamis (2/1/2025) hingga pukul 23.39 WIB menunjukkan bahwa nama Jokowi, yang sebelumnya masuk dalam daftar pemimpin dunia yang dianggap paling korup sepanjang tahun 2024, tidak lagi ditemukan di situs occrp.org.

OCCRP adalah organisasi jurnalisme investigasi yang berbasis di Amsterdam, Belanda. Organisasi ini fokus pada pemberitaan terkait kejahatan terorganisir dan korupsi global. Setiap tahunnya, OCCRP merilis daftar tokoh yang dinominasikan untuk gelar ‘Person of The Year’ dalam kategori Kejahatan Terorganisir dan Korupsi.

Jokowi, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta sebelum menjadi presiden, menjadi salah satu finalis pada tahun 2024. Ia masuk dalam daftar bersama tokoh-tokoh lain seperti Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pengusaha India Gautam Adani.

Hilangnya nama Jokowi dari daftar tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan publik. Beberapa pihak mempertanyakan alasan penghapusan itu, sementara lainnya menduga adanya intervensi atau revisi data oleh OCCRP. Hingga berita ini ditulis, OCCRP belum memberikan keterangan resmi terkait perubahan tersebut.

Penghapusan nama Jokowi dari daftar ini juga menimbulkan perbincangan hangat di media sosial, di mana sejumlah warganet mendiskusikan transparansi dan kredibilitas daftar yang dirilis oleh OCCRP.

Nama mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), sebelumnya masuk dalam daftar finalis tokoh terkorup dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), dilaporkan hilang dari situs resmi organisasi tersebut. Hingga Kamis (2/1/2025) malam, nama Jokowi tak lagi ditemukan dalam daftar pemimpin dunia yang dinilai paling korup sepanjang 2024.

OCCRP, organisasi jurnalisme investigasi berbasis di Amsterdam, sebelumnya mencantumkan Jokowi bersama tokoh lain seperti Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, dan pengusaha India Gautam Adani sebagai finalis ‘Person of The Year’ kategori

Kejahatan Terorganisir dan Korupsi. Hilangnya nama Jokowi dari daftar tersebut memunculkan berbagai spekulasi, namun hingga kini OCCRP belum memberikan penjelasan resmi terkait hal itu.

Redaksi

Exit mobile version