GazanaPublika.com, Jakarta – Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), jaringan jurnalis investigasi global yang berbasis di Amsterdam, kembali menjadi perbincangan hangat. Kali ini, perhatian publik tertuju pada masuknya mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam daftar finalis Tokoh Terkorup Dunia Tahun 2024.

OCCRP dikenal sebagai organisasi yang fokus mengungkap kejahatan terorganisir dan korupsi dengan dukungan lebih dari 50 media independen di enam benua, termasuk Eropa, Afrika, dan Asia Tengah. Tahun ini, selain Jokowi, daftar finalis juga mencakup Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pengusaha India Gautam Adani.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, memberikan tanggapan tajam terhadap penunjukan Jokowi sebagai salah satu finalis. Dalam sebuah unggahan di akun X resminya pada Jumat (3/1/2025), Said Didu menyebut OCCRP mungkin memiliki data kuat terkait dugaan korupsi Jokowi, khususnya yang dilakukan di luar negeri.

“Siapa tahu mereka memiliki data lengkap terhadap korupsi yang dilakukan dan disembunyikan Jokowi di luar negeri,” tulis Said Didu. Ia bahkan menyatakan keyakinannya bahwa OCCRP dapat menjadi penyelamat Indonesia jika data-data tersebut dibuka secara transparan.

“Kalau itu terjadi, maka awal tahun 2025 bisa jadi titik awal OCCRP menyelamatkan negeri ini dengan membuka selebar-lebarnya korupsi yang sudah terjadi selama pemerintahan Joko Widodo,” lanjutnya.

Said Didu juga mengungkap adanya lima kluster dugaan korupsi yang mencakup berbagai isu besar, seperti pelanggengan dinasti politik, pembungkaman oposisi, dugaan penyelundupan nikel yang melibatkan Airlangga Hartarto dan Bobby Nasution, bansos pencitraan, serta sogokan terhadap oligarki.

Menurut Said Didu, kehadiran nama Jokowi dalam daftar OCCRP bukanlah hal mengejutkan. “Saya tidak kaget kalau beliau masuk daftar itu. Masih banyak hal yang perlu kita cermati dari warisan pemerintahan sebelumnya,” ujarnya.

Sejak dirilisnya daftar finalis, OCCRP menjadi topik hangat di platform X, dengan puluhan ribu cuitan membahas kontroversi ini. Pengaruh keputusan OCCRP diprediksi akan terus mencuat seiring dengan desakan publik untuk transparansi dan keadilan terkait dugaan korupsi.

Redaksi

Exit mobile version