Penulis: Lukman Nurhakim

GazanaPublika.com — Isu Pemimpin Teringgi Iran berencana melarikan diri le Rusia jika kondisi dalam negeri makin gawat ramai di beranda media massa dan sosial saat ini. Isu ini sendiri dimulai oleh postingan media sosial oposisi Iran, bernama “Iran International” pada beberapa waktu lalu saat sengitnya Perang 12 hari antara Iran dan Israel. Akun medsos ini dioperasikan oleh sekelompok oposisi liberal pelarian politik Iran di Inggris yang dibiayai Zionist Israel. Postingan diulang kembali di “Iran International” (5/1) kemudian dikutif oleh media massa Israel bernama “Hand of Israel”, lalu disebarluaskan oleh Kantor Berita Reuter, hingga sampai ke media nasional Indonesia yang selalu melihat Reuter sebagai sumber berita internasional yang “terpercaya”, hingga akhirnya dikutif Kompas, TVOne dan beredar luas di chanel-chanel youtube dan media sosial lainnya.

Namun isinya sungguh dangkal, penuh propaganda, hasutan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan pemberitaannya. Pemerintah Iran menganggap isu ini sebagai bagian dari propaganda dan psywar Barat dan Israel yang selalu memusuhi untuk memojokkan Iran ditengah berlangsungnya protes damai di dalam negeri Iran saat ini.

Teori propaganda dan psywar (perang psikologis) berfokus pada manipulasi informasi untuk memengaruhi emosi, sikap, dan perilaku target, bukan melalui kekerasan fisik, melainkan dengan membentuk persepsi mereka demi tujuan tertentu, sering kali dalam konflik, politik, atau militer. Tokoh seperti Daniel Lerner membagi psywar menjadi propaganda putih (jujur), abu-abu (sebagian benar), dan hitam (palsu), sementara konsep modern seperti Firehose of Falsehood (RAND) menunjukkan penggunaan banjir informasi untuk mengacaukan kebenaran.

Aksi protes pedagang toko (bazzar) akibat fluktuasi nilai tukar mata uang lokal terhadap dollar AS dijadikan oleh media barat sebagai propaganda palsu (hitam) ditujukan kepada pemerintah khususnya menteri keuangan, dan dipelintir ditujukan kepada pemimpin tertinggi Iran.

Protes yang semula damai rupanya ditunggangi sisa-sisa rezim Shah (Reza Pahlevi) yg berada di AS ingin kembali berkuasa. Lalu diikuti kelompok oposisi lainnya seperti Mujahidin e-Khalq (MEK), Separatis Kurdi, Separatis Baloch dan kolaborator2 yang mau dibayar di dalam negeri dan ditunggangi oleh agen-agen Mossad Israel agar terjadi kerusuhan yang meluas dan menggoyangkan sistem negara Iran dengan tujuan akhir perubahan kepemimpinan negara.

Kerusuhan ini sendiri hingga hari ini (6/1) telah memasuki hari ke-10, namun kini sudah semakin menurun intensitas dan jumlah massanya, dan aparat keamanan Iran telah mengendalikan dan melakukan tindakan pencegahan kerusuhan tidak semakin meluas dari semula 21 kota, kini menjadi titik 6 kota. Beberapa infiltran dan kolaborator memanfaatkan protes damai hingga berujung kerusuhan dan disertai tindakan kekerasan bersenjata. Aparat keamanan Iran diberitakan berhasil meringkus beberapa perusuh dan menetralisirnya dengan melakukan penggerebekkan di berbagai kota besar di Iran.

Kondisi kerusuhan dan beredarnya berbagai isu yang tak berdasar merupakan pra kondisi yang didukung musuh-musuh Iran agar negara tersebut selalu bergolak dan musuh terutama Israel dan AS memiliki dalih untuk melakukan intervensi ke dalam negeri Iran.

Dalam banyak kesempatan terutama setelah berhasilnya operasi militer khusus AS menculik Presiden Maduro di Caracas Venezuela, Trump sesumbar mengancam pemimpin Iran akan mengalami nasib yang sama dengan Presiden Venezuela tersebut, jika melakukan tindakan keras terhadap massa aksi damai, militer AS akan menyerang nera Mullah itu dengan sangat keras.
Namun seperti biasa pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menanggapi ancaman Trump dengan tak gentar, apalagi hingga melarikan diri dari negaranya.

Pemimpin Tertinggi Iran menyebut AS dan Israel sebagai “pembohong yang menipu” menyusul laporan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Trump yang sesumbar akan mempertimbangkan kembali serangan militer ke Iran.

Namun pernyataan Netanyahu rupanya tidak sejalan dengan berita lainnya, dimana dia telah mengirim pesan melalui Rusia dan dikutif media KAN (5/1) untuk meyakinkan Teheran dan memberi sinyal tidak adanya niat untuk meningkatkan ketegangan.

Laporan tentang Ali Khamenei akan melarikan diri serupa juga pernah diterbitkan di Iran International selama perang pada bulan Juni 2025. Patut disebutkan bahwa, tidak seperti elit Shah Pahlevi yang mempertahankan hubungan dekat dengan Barat dan mampu menemukan perlindungan politik dan ekonomi di luar Iran pada tahun 1979, elit penguasa Iran benar-benar tidak punya pilihan lain selain berjuang untuk mempertahankan sistem kekuasaan Republik Islam Iran saat ini. Adapun mengenai Ali Khamenei sendiri, pria itu sudah berusia 87 tahun, Pemimpin Tertinggi tersebut belum pernah ke luar negeri sejak menjabat sebagai presiden pada tahun 1980-an hingga saat ini, dan itupun jarang.

Republik Islam — yang mengendalikan sebagian besar ekonomi Iran — adalah sebuah usaha besar yang melibatkan banyak orang yang memiliki kepentingan untuk tetap berkuasa.

Meskipun Pemimpin Tertinggi menikmati kekuasaan tinggi, otoritas dijalankan melalui sistem yang mapan yang sengaja dirancang setelah tahun 1979 melalui revolusi, untuk bertahan dari perubahan kepemimpinan dan krisis internal.

Banyak analis dan pengamat apalagi awam mengatakan “singkirkan rezim Islam” atau menyarankan untuk melakukan hal yang sama kepada Ayatollah Khamenei seperti yang dilakukan kepada Maduro, realitasnya ada banyak sekali orang yang terlindungi dengan baik dan memiliki kekuasaan yang sangat besar di belakangnya yang disebut presidium para orang-orang terpercaya.
Ini adalah sistem kekuasaan yang sangat ter-institusionalisasi dan tangguh (resilien) hasil Revolusi Islam yang merubah seluruh tatanan masyarakat Iran paska monarki Persia.

Satu-satunya tuntutan mundur apalagi melarikan diri dari negaranya hanya soal usia dan tempat yang mungkin akan dia kunjungi dalam beberapa tahun mendatang adalah untuk bertemu dengan Sang Pencipta-nya. Wallahualam.

Penulis adalah pemerhati Iran dan Palestina

Redaksi

Exit mobile version