Penulis: M. Iyang Bahtiar
GazanaPublika.com – Beberapa cara dilakukan di bulan ramadhan, terutama oleh golongan umat Muslim dunia, berlomba-lomba menanti datangnya Lailatul Qadar. Sementara adanya malam tersebut banyak pendapat Ulama mengenai keakuratan tepat waktunya kapan terjadi. Tapi bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya.
Namun hal ini, tidak menyurutkan kesemangatan penantian kapan adanya, salah satu pengharapan datangnya malam Lailatul Qadar, adalah melaksanakan shalat Tarawih dari mulai malam pertama ramadhan dan seterusnya, bahkan I’tikaf, berdoa di Mushola atau Masjid terdekat.
Banyak sabda hadis-hadis Rasulullah SAW menjelaskan ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar, diantaranya terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, cirinya ada juga malam yang cerah, terang, tenang dan tentram, ada pula matahari di pagi harinya terbit dengan indah.
Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan, malam ini penuh dengan keberkahan dan rahmat, dimana setan tidak bisa berbuat apa-apa. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Ayat al-Qadr:
“Malam kemuliaan tersebut lebih baik dari seribu bulan, hal ini menunjukan keutamaan luar biasa dari malam itu, yang dianggap lebih baik daripada seribu bulan lainnya.” (Al-Qadr, ayat ke 3).
Dalam Hadis Riwayat Imam Ahmad dijelaskan, bahwa Rasulullah SAW mengabarkan jika malam Lailatul Qadar di malam ganjil sepuluh akhir bulan Ramadhan.
“Rasulullah SAW mengabarkan kepada kami tentang Lailatul Qadar beliau bersabda: dia (Lailatul Qadar) di bulan Ramadhan sepuluh akhir, yaitu malam 21, 23, 25, 27 dan 29, atau di akhir malam bulan Ramadhannya. Barang siapa mengerjakan bangun untuk beribadah pada malam itu, karena iman dan mengharap ridho Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” (HR. Imam Ahmad).
Memang Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah SWT, sebagaimana waktu doa mustajab di hari Jum’at dan waktu afdhol lainnya. Sedangkan pendapat Imam Al- Ghazali yang diabadikan di dalam kitab I’anatut Thalibin juz 2, bahwa umat Muslim bisa memprediksi, juga memiliki metode yang lebih matematis.
Menurut Imam Al-Ghazali dan ulama lainnya, mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari mulai awal bulan Ramadhan:
“Jika awalnya jatuh pada hari Minggu atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuhnya pada malam ke-29. Apabila awalnya hari Senin, maka pada malam ke-21. Bilamana hari Selasa atau Jumat, maka malam ke-27. Andaikata jatuh pada hari Kamis, maka malam ke-25. Atau tatkala hari Sabtu, maka adanya Lailatul Qadar pada malam ke-23.” (I’anatut Thalibin Juz 2, H 257).
Perhitungan Imam Al-Ghazali ini sangatlah dinilai cukup representatif, bahkan di dukung oleh Syekh Abu Hasan Ali Asy-Syadzili beliau pun menggunakan prediksi tersebut. Syekh Abu Hasan Ali Asy-Syadzili pernah berkata:
“Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut.”
Perlu kita ketahui melihat keterangan di atas, karena di tahun 1446 Hijriyah ini awal Ramadhan atau 1 Maret 2025 Masehi hari Minggu, dapat disimpulkan insyaallah Lailatul Qadar bertepatan pada malam ke-29. Semoga kita semua dapat merasakan dan keberkahannya, walaupun berbeda-beda pendapat ulama.
Meskipun lebaran tinggal beberapa hari lagi, akan tetapi perburuan Lailatul Qadar jangan sampai lengah dan menurunkan kesemangatan kita semua, ayo kejar bersama-sama mengharap ridho Ilahi, bersihkan hati jangan hanya mendapatkan haus dan lapar saja dalam berpuasa, tetapi jagalah jiwa dan raga kita dalam hal negatif.***✨

