Penulis: Ki Banjar Agung

GazanaPublika.com – Mungkinkah ada yang pernah bertanya, mengapa salah satu bagian ritual tasawuf melibatkan gerakan-gerakan. Contoh figur yang memukau dengan gerakannya adalah Jalaluddin Rumi. Gerakannya sederhana, hanya berputar, satu tangannya diangkat ke atas. Lalu ujung jari menjadi titik yang menjadi pusat untuk difokuskan dilihat, sambil berputar.

Di luar gerakan Rumi, masih banyak lagi tasawuf yang menggunakan gerakan dalam ritualnya, diantara yang lain ialah tarian Syekh Saman. Jadi Sufi menggunakan gerakan ternyata adalah bagian dari metode keilmuan yang diperkenalkan kepada para salik. Untuk apa gerakan tersebut sebetulnya? Baiknya hal ini dibicarakan dan dibahas untuk menjadi gambaran agar bisa dimengerti.

Gerak atau gerakan adalah tasbihnya manusia. Ditasbih tasbih ada makna dan dalam makna. Tasbih itu sendiri pada hakikatnya berhubungan langsung dengan Allah SWT. Makna itu sendiri hakikatnya tersusun atas huruf-huruf. Setiap huruf mengandung makna dan ketika terangkai membentuk makna. Bagi manusia, tiap makna adalah dirinya berhadapan dengan Allah SWT.

Oleh karena itu gerak dan makna tidak dapat dipisahkan. Silat pada dasarnya adakah rangkaian dari gerak. Tentu saja itu bagian dari tasbih. Lebih luasnya seluruh seni gerak berhubungan dengan sesuatu. Dan tidak semua gerak, berhubungan dengan Allah.

Alam semesta dan seisinya beetasbih memuji Allah. Bahkan di dalam Al Quran menerangkan bahwa burung-burung yang mengepakan sayap pun, hakikatnya sedang memuji Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُسَبِّحُ لَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا لطَّيْرُ صٰٓـفّٰتٍ ۗ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَا تَهٗ وَتَسْبِيْحَهٗ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢمَا يَفْعَلُوْنَ

Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nur 24: Ayat 41)

Dari ayat tersebut bahwa seekor burung pun yang mengepakan sayapnya dipahami bahwa mereka sedang berdoa dikarenakan di dalam tasbih itu mengandung doa. Bahkan dijelaskan dalam ayat tersebut bahwa seluruh hewan berdoa dengan caranya masing-masing.

Doa adalah pesan dan harapan kepada Allah. Setiap doa sudah tentu dengan maknanya. Namun di dalam tasbih, makna tidak terkandung di dalam kalam tetapi pada gerak itu sendiri.

Oleh karenanya bagi orang yang makrifat akan mengetahui makna setiap gerak karena sama dengan telah memberikan pesan kepada Allah. Orang yang pusing, salah satu geraknya dia akan berbaring telentang. Lalu ruang tangannya diletakan di atas dahinya. Bukankah itu doanya? Okeh karenanya, bukan saja ucapan yang perlu dijaga namun setiap gerak dan langkah. Perbaikilah gerakan, yang artinya bisa dipahami, perbaiki doa. Jangan sampai gerak yang diwujudkan adalah gerak yang mengandung unsur negatif.

Orang yang mengangkat kedua tangannya, lalu mengerak-gerakan sambil mengerakan setiap jarinya, makna gerakan itu sedang memanggil syetan. Bukankah hal itu suatu yang berbahaya?

Oleh karenanya setiap tarian pun harus dipahami makna gerakannya. Khawatir gerakannya salah, misalkan gerakan orang-orang banci yang akan mengundang homoseksual.

Sekedar untuk penegasan, salah satu gerakan yang bermakna dan mengandung unsur positif adalah gerakan pencak silat. Apalagi gerakan silat Cimande akan memberikan dampak positif dan aura positif lainnya yang membangkitkan citra yang baik.

Semoga dengan tulisan ini bisa memberikan stimulasi untuk umat agar mau belajar lebih dalam tentang seni gerak, khususnya pencak silat agar gairah budaya dapat ditingkatkan lagi. Banyak sekali manfaat yang nanti akan diraih dari keberadaan budaya.

Penulis

Exit mobile version