GazanaPublika.com,   Lebak — Audiensi antara Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) dan jajaran Pemerintahan Kecamatan Panggarangan berlangsung kondusif pada Senin (24/11/2025) di Kantor Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak. Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Panggarangan Ahmad Faidlulah, Kasubbag TU Puskesmas Panggarangan Asep Aang Suherman, Kepala Desa Gunung Gede Samsudin, Ketua CC IMC Illa Robi, beserta para pengurus dan kader IMC.

Pertemuan dibuka langsung oleh Camat Panggarangan, Ahmad Faidlulah. Ia menegaskan bahwa pihak kecamatan hadir sebagai penengah untuk memastikan diskusi berjalan obyektif dan berimbang. Faidlulah juga menekankan komitmennya untuk ikut mendorong penyelesaian persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Gunung Gede, terutama terkait kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Jalan Poros Desa.

IMC Sampaikan Kritik atas Kondisi Pustu dan Jalan Poros Desa

Sekjen CC IMC, Illa Robi, menyampaikan sejumlah pertanyaan dan kritik kepada Puskesmas Panggarangan dan Pemerintah Desa Gunung Gede. Dua isu utama menjadi sorotan:
• Kondisi Pustu Gunung Gede yang dinilai tidak layak fungsi dan disebut tidak pernah tersentuh renovasi selama puluhan tahun.
• Jalan Poros penghubung Desa Cibarengkok – Gunung Gede, yang dinilai tidak masuk skala prioritas Pemerintah Daerah.

Illa menegaskan bahwa kedua persoalan ini telah ramai diperbincangkan publik baik di media sosial maupun pemberitaan, sehingga memerlukan respons dan tindakan konkret dari pihak pemerintah setempat.

“Isu-isu ini sudah menjadi perhatian publik. Kami membutuhkan kejelasan dan solusi dari Pemerintah Desa maupun Pihak Puskesmas, serta Camat selaku pemegang tanggung jawab sektoral,” tegas Illa Robi.

Kades Gunung Gede Siapkan Tanah Hibah untuk Pustu Baru

Menanggapi polemik mengenai ketidakjelasan status kepemilikan tanah Pustu, Samsudin, Kepala Desa Gunung Gede, menyebut pihaknya telah menyiapkan solusi berupa penyediaan tanah hibah untuk mendukung pembangunan Pustu jika sewaktu-waktu direalisasikan.

“Alternatif yang kami berikan adalah Pemerintah Desa Gunung Gede bersedia menyediakan tanah hibah kapan pun jika pembangunan Pustu direalisasikan. Ini untuk menjawab kesimpangsiuran terkait status tanah Pustu saat ini,” ujarnya.

Samsudin menambahkan bahwa usulan renovasi Pustu telah diajukan setiap tahun melalui Musrenbangdes, namun belum terealisasi karena keterbatasan anggaran daerah.

“Untuk perbaikan Jalan Poros Desa, kami terus melakukan pengajuan kepada Pemerintah Daerah, baik Kabupaten maupun Provinsi,” imbuhnya.

Puskesmas: Sejak 2005 Belum Pernah Renovasi

Kasubbag TU Puskesmas Panggarangan, Asep Aang Suherman, menjelaskan bahwa Pustu Gunung Gede memang belum pernah diperbaiki sejak tahun 2005. Puskesmas Induk, kata Asep, setiap tahun mengajukan anggaran renovasi namun terkendala status lahan dan skala prioritas anggaran Pemerintah Daerah.

“Anggaran tahunan untuk pemeliharaan hanya sekitar 15 juta rupiah, itu pun terfokus pada Puskesmas Induk. Jika dialokasikan untuk Pustu, dana tersebut hanya cukup untuk pemeliharaan ringan seperti pengecatan ruangan,” jelasnya.

IMC Ajukan Tiga Solusi Alternatif

Berdasarkan hasil audiensi dan klarifikasi dari pihak kecamatan, desa, dan puskesmas, IMC kemudian mengajukan tiga rekomendasi sebagai alternatif solusi melihat situasi darurat yang dihadapi warga:
• Meminta Kepala Desa mengupayakan sarana kesehatan melalui pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang akan segera beroperasi di Gunung Gede.
• Meminta Puskesmas Panggarangan mengalokasikan sebagian dana pemeliharaan gedung untuk penanganan darurat Pustu Gunung Gede.
• Secara bersama mendesak PLTM Lebak Tundun, anak perusahaan PT Tamaris Hydro, agar menyalurkan anggaran CSR sesuai Perda Lebak No. 4/2016.

Audiensi Ditutup dengan Foto Bersama

Audiensi ditutup dengan sesi foto dan jabat tangan antar semua pihak sebagai simbol komitmen bersama dalam menangani persoalan pelayanan kesehatan dan infrastruktur di Desa Gunung Gede.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju perbaikan nyata bagi fasilitas kesehatan dan akses jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Redaksi

Exit mobile version