GazanaPublika.com, Serang — Operasi pencarian digelar di perairan pesisir utara Banten setelah seorang nelayan dilaporkan terjatuh ke laut saat melaut di Perairan Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Jumat (16/1/2026), dikutip dari BantenPos.co.id. Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten langsung bergerak begitu menerima laporan dari BPBD setempat.
Informasi awal diterima sekitar pukul 10.50 WIB melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops). Dari titik komando, tim rescue dikerahkan menuju lokasi yang berada pada koordinat 106°18’20.21” BT dan 05°57’32.23” LS, atau sekitar 24,46 kilometer dari kantor Basarnas Banten.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika korban tengah melakukan aktivitas rutin di laut bersama seorang rekannya.
“Lokasi kejadian berada di Perairan Lontar dengan titik koordinat 106°18’20.21” BT dan 05°57’32.23” LS, berjarak sekitar 24,46 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten,” katanya, Jumat (16/1/2026).
Korban diketahui bernama Andi (30), warga Kampung Baru RT 016/004, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Saat kejadian, ia dan rekannya sedang menarik jaring dari atas kapal nelayan.
“Namun nahas, korban terjatuh ke laut saat proses penarikan jaring berlangsung dan hingga kini belum ditemukan,” imbuh Rizky.
Tim SAR melakukan penyisiran di sekitar titik jatuh korban dengan mempertimbangkan arah arus dan kondisi perairan. Selama operasi berlangsung, cuaca di lokasi dilaporkan berawan, namun belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian sementara dihentikan dan direncanakan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan pola penyisiran yang diperluas.
Basarnas Banten mengingatkan para nelayan di wilayah pesisir utara Serang untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, termasuk memastikan kelengkapan alat keselamatan dan kondisi kapal, demi meminimalkan risiko kecelakaan di tengah laut.
