Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Banten Darurat Obat Golongan G: Generasi Muda Terancam ODGJ, Pemprov Didesak Bangun RS Jiwa di Banten Selatan

Banten Darurat Obat Golongan G: Generasi Muda Terancam ODGJ, Pemprov Didesak Bangun RS Jiwa di Banten Selatan

Banten Sabtu, 6 Juni 2026 17:03 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com,  Lebak — Provinsi Banten, khususnya wilayah Banten Selatan, saat ini tengah menghadapi alarm serius terkait maraknya peredaran dan penyalahgunaan obat keras golongan G, seperti Hexymer dan Tramadol. Obat-obatan yang seharusnya dikonsumsi ketat di bawah resep dan pengawasan medis tersebut kini beralih fungsi di tangan generasi muda hingga memicu kerusakan masa depan dan gangguan kejiwaan akut.

Penyalahgunaan obat golongan G ini tidak hanya memicu ketergantungan dan gangguan mental, melainkan juga merusak sistem saraf, menurunkan fungsi organ tubuh, hingga menyebabkan penurunan produktivitas yang drastis. Dampak paling nyata di tengah masyarakat saat ini adalah terus meningkatnya jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) usia muda di wilayah Banten Selatan.

Ironisnya, di tengah situasi pelik ini, banyak keluarga yang harus berjuang sendiri tanpa pendampingan medis yang memadai untuk menyembuhkan anggota keluarga mereka. Fenomena ini menegaskan bahwa persoalan obat golongan G telah bergeser dari sekadar pelanggaran hukum (*crime issue*) menjadi krisis sosial dan kesehatan masyarakat yang masif.

BACA JUGA:  'Benteng Moral Sejak Dini', IMC Cabang Rangkasbitung Gaungkan Perlawanan Pelajar terhadap Narkoba

KNPI Lebak Desak Langkah Nyata dan Pembangunan Pusat Rehabilitasi

Kondisi memprihatinkan ini mendapat sorotan tajam dari Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Lebak. Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD KNPI Kabupaten Lebak, M. Febi Pirmansyah, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tidak boleh tinggal diam dan hanya mengandalkan penindakan hukum sesaat.

“Maraknya peredaran obat golongan G jenis Hexymer dan Tramadol yang banyak menyeret kalangan usia muda hingga menimbulkan gangguan kejiwaan harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Banten. Pemprov Banten jangan hanya fokus pada upaya penindakan, tetapi juga segera merealisasikan pembangunan panti rehabilitasi yang layak atau rumah sakit jiwa yang memadai, khususnya untuk wilayah Banten Selatan,” tegas Febi di Lebak pada Sabtu (6/6/2026).

Menurut Febi, penyediaan fasilitas kesehatan jiwa yang representatif sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi kunci agar penanganan dampak obat golongan G dapat diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

BACA JUGA:  Kapolda Banten Resmikan Ground Breaking Jembatan Merah Putih Presisi, Wujudkan Akses dan Harapan Baru Masyarakat

Menempatkan Kesehatan Mental sebagai Prioritas Pembangunan

Menyikapi desakan tersebut, pembangunan rumah sakit jiwa yang representatif serta pusat rehabilitasi kesehatan mental di wilayah Banten Selatan harus segera masuk ke dalam daftar prioritas pembangunan daerah. Fasilitas ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan medis bagi para korban, melainkan juga menjadi pusat pemulihan, edukasi, dan pencegahan terpadu.

Banten berada di ambang risiko kehilangan generasi emasnya jika mata rantai ini tidak segera diputus. Ketika semakin banyak anak muda tumbang akibat zat adiktif, maka kesuksesan pembangunan fisik semata akan menjadi sia-sia. Pemprov Banten kini dituntut memiliki keberanian politis untuk menempatkan kesehatan mental dan keselamatan generasi muda sebagai pilar utama pembangunan daerah.

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Pelajar SMPN 1 Wanasalam Tewas Laka Lantas Setelah Motor Diserempet Dump Truk

Banten

Ditsamapta Polda Banten Perbaiki Jembatan Merah Putih, Wujud Nyata Kepedulian Polri terhadap Masyarakat

Banten

Ketua MPC PP Lebak Beri Apresiasi Tinggi, Penangkapan Kepala BGN Pusat

Banten

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

BERITA TERBARU

Membuka Sakelar Transendental: Anatomi Karakter Mistik dalam DNA Nusantara

Mencari Bukti Tambahan, KPK Sasar Rumah Silmy Karim Pasca Penahanan

Sektor Finansial Jadi Pemantik, Rupiah Terperosok Dekati Level Rp18.000

Siap Buka Nama Besar, Mantan Pimpinan BGN Ajukan Status ‘Justice Collaborator

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Membuka Sakelar Transendental: Anatomi Karakter Mistik dalam DNA Nusantara

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.