GazanaPublika.com, Lebak – Rangkaian peringatan 18 tahun berdirinya Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) diwarnai dengan agenda bertajuk Gelar Boedaja yang digelar di Pendopo Malingping, Kabupaten Lebak, Sabtu malam (14/3/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Manifestasi Nilai-nilai Banten Kidoel Sebagai Tjorak Boedaja Tjilangkahan.”

Acara tersebut menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, pegiat budaya, dan masyarakat untuk merawat sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan tradisi Banten Kidul kepada generasi muda. Sejumlah pertunjukan seni dan budaya ditampilkan dalam kegiatan yang berlangsung meriah hingga malam hari.

Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh penampilan dari Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Banten Selatan, kehadiran para pakar budaya, serta pengurus cabang dan komisariat IMC dari berbagai wilayah.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Coordinator Center IMC, Hendrik Arrizqy, S.Kom., Majelis Penasehat CC Sohib Abdul Malik, S.Pd., serta Ketua TTKKBI DPW II Banten Selatan Abah Hedi Sofyan. Turut hadir pula perwakilan Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN), sejumlah organisasi masyarakat, serta awak media yang meliput jalannya acara.

Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai penampilan seni tradisional yang mencerminkan identitas budaya lokal. Di antaranya pagelaran pencak silat, tari tradisional Leumeung, teatrikal debus, pembacaan puisi reflektif, pertunjukan akustik, hingga monolog yang dibawakan oleh kader IMC bersama para pegiat budaya.

Selain menjadi panggung ekspresi seni, kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dan meramaikan suasana. Antusiasme masyarakat terlihat ketika penampilan spesial dari TTKKBI Banten Selatan dipentaskan, yang mendapat sambutan hangat dari para penonton.

Sekretaris Jenderal IMC, Ila Robi, menjelaskan bahwa kegiatan Gelar Boedaja merupakan bagian dari rangkaian agenda Milangkala ke-18 organisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai upaya menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya daerah.

“Giat ini merupakan salah satu agenda rangkaian 18th Milangkala IMC, output dari Gelar Budaya ini ialah untuk menjaga kelestarian serta mengenang kekayaan nilai-nilai Banten Kidul sebagai Corak Budaya Cilangkahan,” ujarnya.

Para pelestari budaya yang hadir berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin. Selain menjadi wadah silaturahmi antar komunitas, gelar budaya juga dinilai penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menghidupkan kembali kekayaan tradisi Banten Kidul yang menjadi bagian dari identitas budaya Kabupaten Lebak.

Redaksi

Exit mobile version