GazanaPublika.com, Lebak – Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Daar El-Ishlah Malingping sukses menyelenggarakan acara Khataman Wada’ (Khatmil Wada’) bagi para santri akhir tahun kelulusan 2026. Acara pelepasan dan perpisahan yang menjadi momentum puncak berakhirnya masa belajar para santri ini berlangsung khidmat dengan memadukan nuansa spiritualitas yang mendalam serta pelepasan kultural yang kental.

Pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Daar El-Ishlah, Kiai Irohyadi memberikan pesan mendalam kepada para lulusan. Beliau menekankan betapa krusialnya peran alumni dalam mengamalkan nilai-nilai kepesantrenan di tengah-tengah masyarakat.

Menurut Kiai Irohyadi, pengabdian terbaik di dunia nyata adalah pengabdian yang dilakukan dengan landasan keikhlasan, dedikasi yang kuat, serta pengorbanan yang semata-mata mengharap rida Allah.

“Jangan pernah merasa kecil ketika kamu turun ke masyarakat. Seorang alumni tidak dinilai dari penampilannya, tetapi dari keikhlasan, dedikasi, dan pengorbanannya saat mengabdi,” tegas Kiai Irohyadi saat memberikan wejangan di hadapan ratusan santri dan wali santri di Malingping, Lebak pada Senin (22/6/2026).

Tantangan Global dan Penguatan Akhlak

Nuansa penuh motivasi juga datang dari Ketua Satuan Kasepuhan Banten Kidul (Sabaki), H. Sukanta. Dalam orasi ilmiah atau sambutannya, ia menyoroti dinamika global dan kondisi dunia saat ini yang sedang tidak stabil akibat maraknya konflik dan peperangan di berbagai belahan bumi. Di tengah situasi seperti ini, keberadaan institusi pesantren dinilai menjadi benteng pertahanan yang sangat vital.

“Kondisi dunia yang tidak menentu membuat peran pesantren menjadi sangat penting dalam menjaga moral dan akhlak umat,” ujar H. Sukanta.

Selain itu, Ketua Sabaki juga menitipkan pesan bijak agar para alumni memiliki kemandirian tauhid dan mental yang kuat. Beliau mengingatkan para santri agar tidak mudah menggantungkan harapan kepada manusia secara berlebihan demi menghindari jebakan syirik, serta tidak mudah mengumbar janji tanpa pertimbangan yang matang.

“Jangan mudah-mudah mengharapkan, juga jangan mudah-mudah memberi harapan,” tambahnya, menekankan pentingnya melangkah di fase kehidupan baru dengan penuh kebijaksanaan.

Dihadiri Tokoh Daerah dan Unsur Pemerintah

Acara Khataman Wada’ ini juga menjadi momentum silaturahmi bagi para tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat di wilayah Kabupaten Lebak. Pantauan di lokasi, turut hadir Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Malingping, H. Dedi Suryadi, serta mantan Anggota DPRD Kabupaten Lebak, H. Cicih Mutikawati, Kehadiran para tokoh ini menjadi bukti dukungan nyata terhadap kontribusi Daar El-Ishlah dalam mencetak generasi muda berakhlak mulia di Banten.

Menjelang akhir prosesi, suasana khidmat berganti menjadi riuh dan penuh apresiasi saat para santri akhir menampilkan berbagai kreativitas dalam sesi pentas seni. Bakat luar biasa para santri ditunjukkan melalui penampilan pidato menggunakan 5 bahasa asing dan daerah, serta berbagai pertunjukan seni islami lainnya yang memukau para undangan yang hadir.

Acara pun ditutup dengan doa bersama dan bersalaman sebagai simbol pelepasan santri untuk mengarungi pengabdian baru di tengah masyarakat luas. (Mans)

Redaksi

Exit mobile version