Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Komisi II DPRD Lebak Pertanyakan Bantuan Program PHC Rp 4,9 Miliar ke Distan Lebak

Komisi II DPRD Lebak Pertanyakan Bantuan Program PHC Rp 4,9 Miliar ke Distan Lebak

Banten Rabu, 24 Juni 2026 13:02 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ade Andriana, Ketua Komisi II DPRD Lebak

GazanaPublika.com, Lebak – DPRD mempertanyakan transparansi data penerima bantuan, hingga efektivitas distribusi program peruntukan mendukung ketahanan pangan pada program pengadaan pupuk hayati cair (PHC) yang bernilai hampir Rp 5 miliar oleh Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Selasa (23/6/2026).

Sesuai dokumen Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Inaproc, paket pengadaan PHC memiliki pagu anggaran sebesar Rp 4,9 miliar pada anggaran 2026.

Disebutkan, pengadaan itu mencakup 66.665 botol pupuk hayati cair ukuran satu liter dengan penyedia tercatat PT Otodidac Lalu Mandiri. Program PHC diketahui direncanakan menyasar sekitar 691 kelompok tani yang tersebar di 23 kecamatan di Lebak.

Produk yang akan didistribusikan itu disebut mengandung dekomposer dan Trichoderma sp yang berfungsi sebagai agen pengendali hayati.
Kandungan tersebut diklaim dapat meningkatkan kualitas tanah sekaligus membantu menekan serangan penyakit tanaman.

BACA JUGA:  Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten dan Forkopimda Laksanakan Tabur Bunga di Laut Merak

Dalam hal ini, besarnya anggaran yang digelontorkan memunculkan pertanyaan dari Komisi II DPRD Kabupaten Lebak.

Ketua Komisi II DPRD Lebak, Ade Andriana mengaku belum menerima rincian kelompok tani yang akan menjadi penerima manfaat program tersebut.
“Program itu sudah dirancang sejak perencanaan anggaran 2025 untuk pelaksanaan 2026 di RAPBD. Kami sudah mengetahui programnya, tetapi data penerima sampai sekarang belum dikirim,”ujarnya.
Menurut Ade, keterbukaan data penerima menjadi penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Selain itu, data tersebut dibutuhkan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.

“Kalau sudah sesuai mekanisme dan verifikasi, tentu harus diterima manfaatnya. Namun, kami tetap butuh data untuk memastikan itu,” ungkapnya.

Selain menyoroti transparansi penerima bantuan, DPRD juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Komisi II berencana melakukan evaluasi berkala dan memanggil Distan Kabupaten Lebak untuk meminta penjelasan terkait efektivitas distribusi pupuk hayati tersebut. “Kami akan lihat apakah program ini efektif atau tidak. Kalau tidak dirasakan manfaatnya, tentu bisa dievaluasi,” jelas Ade.

BACA JUGA:  Ketua MPC PP Lebak Beri Apresiasi Tinggi, Penangkapan Kepala BGN Pusat

Diketahui, program pupuk hayati cair merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian di Lebak. Namun dalam hal ini, kata Ade, DPRD menilai transparansi data penerima dan pengawasan yang ketat menjadi faktor penting agar penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

“DPRD siap melakukan peninjauan langsung ke lapangan apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaan program bantuan itu,” jelasnya.
Hingga berita ini upload, redaksi belum dapat penjelasan resmi dari pihak Distan Lebak. (adnien)

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Tembus 26 Ribu Anak Putus Sekolah di Lebak, Mahasiswa Tuntut Evaluasi

Banten

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten dan Forkopimda Laksanakan Tabur Bunga di Laut Merak

Banten

Ketua DPRD Lebak Kecam Aktivitas Warem di Pulomanuk Bayah

Banten

Warga Bayah Resah dengan Keberadaan Warem di Pulomanuk

BERITA TERBARU

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Polisi Periksa Kejiwaan Taufik Hidayat, Selidiki Indikasi Gangguan Jiwa

Bikin Pilot AS Syok, Drone Iran Bentuk Formasi Misterius ‘Ubur-ubur’ di Udara

Tembus 26 Ribu Anak Putus Sekolah di Lebak, Mahasiswa Tuntut Evaluasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran–AS

Budiman Sudjatmiko dan Penanggulangan Kemiskinan (Refleksi Defisit Kesadaran)

MBG Effect: Dilema Kebijakan Politik-Ekonomi dan Solusi Transisi Berkeadilan

RAGAM

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.