Advertisement
GazanaPublika.com, Serang — Proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) periode 2026–2031 dalam rangkaian Muktamar XXI Mathla’ul Anwar berlangsung dinamis dan penuh ketegangan. Forum musyawarah yang semula diharapkan menghasilkan mufakat akhirnya harus berujung pada mekanisme voting setelah tidak tercapai titik temu di antara peserta sidang.
Pemilihan yang digelar pada Senin (13/4/2026) itu melibatkan unsur Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar se-Indonesia, Pengurus Daerah (PD), badan otonom, unsur perguruan pusat, hingga perwakilan Universitas Mathla’ul Anwar Banten, dengan masing-masing unsur memiliki satu hak suara dalam proses demokratis tersebut.
Advertisement
Tiga nama maju dalam kontestasi perebutan kursi ketua umum, yakni KH Jazuli Juwaini, H. Andi Yudi Hendriawan, dan H. Humaedi Hasan. Ketiganya dikenal sebagai tokoh yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Mathla’ul Anwar. Menjelang muktamar, dukungan terhadap Jazuli maupun Andi juga telah mengemuka dari berbagai elemen organisasi.
Persaingan berlangsung sangat ketat hingga penghitungan suara terakhir bahkan sempat ricuh. KH Jazuli Juwaini berhasil meraih 77 suara, unggul tipis dari H. Andi Yudi Hendriawan yang memperoleh 71 suara. Sementara H. Humaedi Hasan tidak memperoleh suara dalam pemungutan tersebut.
Dengan hasil itu, KH Jazuli Juwaini resmi terpilih sebagai Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar periode 2026–2031.
Prosesi penetapan dan serah terima kepemimpinan berlangsung khidmat dipimpin oleh ketua sidang, menandai berakhirnya dinamika pemilihan yang cukup alot selama forum berlangsung.
Dalam pernyataan perdananya kepada awak media, Jazuli menegaskan bahwa fokus utama kepemimpinannya ke depan adalah pembenahan sumber daya manusia di lingkungan Mathla’ul Anwar.
“Yang pertama, kita akan membenahi sumber daya manusia. Yang kedua, Mathla’ul Anwar ini bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Risalah tiga ini akan kita kokohkan ke depan,” ujarnya, Senin (13/4/2026), dikutip dari Kompas.com.
Ia menilai penguatan SDM menjadi fondasi utama untuk menghadapi tantangan zaman, terutama di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi yang berlangsung cepat.
Selain itu, Jazuli juga menaruh perhatian besar terhadap pembenahan lembaga pendidikan yang selama ini menjadi salah satu pilar utama organisasi.
Menurutnya, sekolah, perguruan, dan lembaga pendidikan di bawah naungan Mathla’ul Anwar harus terus ditata agar mampu melahirkan generasi yang unggul dan kompetitif.
“Mathla’ul Anwar punya sekolah-sekolah, perguruan-perguruan, lembaga pendidikan. Ke depan kita benahi pengelolaannya, penataannya, sehingga mampu melahirkan generasi Indonesia yang lebih berkualitas. Bukan hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global,” tambahnya.
Di luar agenda internal organisasi, Jazuli juga menegaskan pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.
Ia menyebut sinergi dengan ormas seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan umat, bangsa, dan negara.
“Kita akan membangun kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai lembaga dan kelompok masyarakat, termasuk ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lainnya. Kita harus bersama-sama menyelesaikan persoalan umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Menyoroti era digital, Jazuli mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi harus diarahkan menjadi instrumen kemajuan, khususnya dalam membentuk kualitas generasi bangsa.
“Teknologi digital dan informasi saat ini harus kita arahkan menjadi sarana untuk mempercepat pembentukan kecerdasan, keterampilan, dan kualitas generasi bangsa, bukan justru merusaknya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar akan mengambil peran aktif dalam merespons berbagai tantangan global bersama pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.
“Ketidakpastian global ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Mathla’ul Anwar akan bersama pemerintah dan berbagai elemen lainnya untuk menghadapi persoalan, baik di dalam negeri maupun secara global. Sinergi adalah kunci,” pungkasnya.
Advertisement
Advertisement
