GazanaPublika.com, Serang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) I Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) sukses menggelar acara buka puasa bersama dan santunan untuk 70 anak yatim di Jalan Syekh Nawawi, Serang, pada Minggu petang (16/3/2025). Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) TTKKBI, Tb H Arif Hidayat, Pembina DPW I Rahmat Ginanjar, serta perwakilan pengurus TTKKBI dari berbagai wilayah, seperti Abah Jambrong dari DPW 2 Kota Cilegon dan Zainal Arifin yang datang khusus dari Batam.

Acara diawali dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz Mukhtar Effendy, dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Ketua DPW I TTKKBI Banten, H Hudi Nurhudiyat, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim, terutama di bulan suci Ramadan.

Dukungan Penuh dari Ketua Umum DPP TTKKBI

Ketua Umum DPP TTKKBI, Tb H Arif Hidayat, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. “Saya sangat antusias dan mendukung penuh acara buka puasa bersama ini. Seluruh kepengurusan TTKKBI harus tetap eksis dan menjaga silaturahmi,” ujarnya.

Arif juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. “Kami berencana mengadakan buka puasa bersama lagi pada tanggal 22 Maret mendatang. TTKKBI harus tetap solid, terutama di bulan suci Ramadan ini,” tegasnya.

Ia pun memuji kepemimpinan Hudi Nurhudiyat sebagai Ketua DPW I TTKKBI Banten. “Saya sangat bangga dengan kinerja Bapak Hudi. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, panjang umur, dan rezeki yang lancar,” ucap Arif.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di waktu-waktu lainnya. Ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap sesama,” Arif.

Dalam wawancara terpisah, Hudi Nurhudiyat menegaskan bahwa TTKKBI sebagai organisasi berbasis budaya dan pencak silat selalu berupaya mempererat tali silaturahmi, terutama melalui kegiatan sosial. “Di bulan Ramadan ini, kami berupaya memperhatikan anak yatim dengan memberikan santunan kepada mereka. Ini sejalan dengan ajaran Islam yang mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama,” ujarnya.

Hudi juga menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga erat kaitannya dengan pelestarian budaya Banten, khususnya Silat Cimande. “Hubungan antara budaya dan agama sangat kuat. Kami berharap kegiatan ini dapat terus memupuk semangat kebersamaan dan kepedulian,” tambahnya.
Dari 80 anak yatim yang diundang, sebanyak 70 orang hadir dalam acara tersebut. “Alhamdulillah, antusiasme mereka sangat tinggi. Ini menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan,” kata Hudi.

Zainal Arifin, salah satu tamu undangan yang datang khusus dari Batam, mengungkapkan kekagumannya terhadap kegiatan ini. “Saya merasa terpanggil dengan kegiatan budaya dan seni yang digelar TTKKBI. Makanya, saya rela datang jauh-jauh dari Batam untuk hadir di acara yang sangat bermakna ini,” katanya.

Zainal juga mengapresiasi upaya TTKKBI dalam melestarikan budaya Banten sekaligus memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat. “Ini adalah bentuk nyata dari kepedulian organisasi terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim,” ujarnya.

Redaksi

Exit mobile version