GazanaPublika.com, Jakarta – Aksi besar-besaran para pengemudi ojek online mengguncang Ibu Kota hari ini. Sekitar 25.000 driver ojol yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Garda Indonesia) melakukan unjuk rasa serentak di Jakarta dan sekitarnya, sambil mematikan seluruh layanan aplikasi baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4) selama 24 jam penuh, dari pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyatakan bahwa aksi kali ini merupakan bentuk puncak kekecewaan terhadap pemerintah dan aplikator yang dianggap tak kunjung menanggapi serius pelanggaran regulasi serta perlakuan tidak adil terhadap para driver.
“Sudah berkali-kali kami lakukan aksi damai, namun semuanya seperti dianggap remeh oleh pemerintah maupun aplikator. Program-program seperti hemat dan prioritas makin merugikan pengemudi online. Maka aksi kali ini harus lebih keras,” tegas Igun dalam pernyataannya, Senin (19/5/2025).
Tuntutan Aksi:
• Presiden Prabowo Subianto dan Menhub Dudy Purwagandhi diminta menjatuhkan sanksi tegas kepada perusahaan aplikasi yang melanggar Permenhub PM 12/2019 dan Kepmenhub KP 1001/2022.
• Mendesak Komisi V DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan bersama Kemenhub, aplikator, dan asosiasi driver.
• Menuntut batas maksimal potongan aplikasi sebesar 10 persen.
• Meminta revisi tarif penumpang dan penghapusan program aceng, slot, hemat, dan prioritas.
• Penetapan tarif layanan makanan dan pengiriman barang secara adil dan partisipatif, melibatkan asosiasi driver, regulator, aplikator, dan YLKI.
Sejak Senin malam, ribuan driver dari berbagai kota di Pulau Jawa dan sebagian Sumatera telah memasuki wilayah Jakarta dan berkumpul di berbagai basecamp komunitas ojol di lima wilayah kota.
Pihak Grab Indonesia melalui Director of 2-Wheels & Logistics, Tyas Widyastuti, mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Ia menjamin bahwa sistem Grab tetap berjalan meski mengakui kemungkinan adanya keterlambatan layanan di beberapa wilayah.
“Kalau memang kesulitan dapat driver, sistem kami akan mengalokasikan otomatis ke mitra lain yang masih aktif,” kata Tyas saat berdiskusi dengan Menhub Dudy di Aroem Resto, Senin (19/5/2025).
Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia melalui Catherine Hindra Sutjahyo menyampaikan bahwa perusahaan membuka ruang komunikasi internal dengan para mitra pengemudi untuk meredam dampak aksi.
Maxim Indonesia melalui Muhammad Rafi Assagaf meminta pengemudi bertindak bijak dan mengingatkan bahwa banyak penumpang yang tetap membutuhkan layanan.
Dari pihak inDrive, Business Development Representative Ryan Rwanda menilai bahwa aksi ini tidak terlalu berdampak pada operasional mereka karena sedikit mitra inDrive yang terlibat dalam aksi-aksi massa.

